RADARTVNEWS.COM - Pemerintah Inggris mengimbau masyarakat untuk menyiapkan persediaan makanan dan air sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan situasi darurat.
Imbauan tersebut disampaikan melalui kampanye nasional bertajuk Be Ready, yang merupakan bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan rumah tangga selama tiga tahun.
Dilansir dari CNBC Indonesia, Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting, memperkenalkan panduan terbaru bagi masyarakat untuk menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk banjir dan kebakaran hutan.
Dalam panduan tersebut, setiap keluarga dianjurkan menyiapkan persediaan kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan selama tiga hari apabila layanan publik terganggu.
Persediaan yang disarankan meliputi uang tunai, air minum kemasan, dan makanan kaleng.
BACA JUGA:Polri Minta Aksi BEM UI di Bundaran HI Utamakan Kedamaian dan Ketertiban
Pemerintah juga menyediakan situs khusus yang memuat daftar perlengkapan darurat untuk diunduh masyarakat.
Setelah panduan tersebut diumumkan, penjualan sejumlah barang, seperti makanan kaleng, radio putar manual, dan senter, dilaporkan mengalami peningkatan.
Streeting menekankan pentingnya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam memperkuat ketahanan nasional.
Ia juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap berbagai ancaman tanpa perlu panik.
Melalui kampanye Be Ready, masyarakat dianjurkan menyiapkan kebutuhan untuk menghadapi gangguan jangka pendek, seperti pemadaman listrik atau terhentinya pasokan air.
Setiap orang disarankan menyediakan sekitar tiga liter air minum per hari, di luar kebutuhan memasak dan mencuci.
Warga juga dianjurkan menyimpan makanan tahan lama yang dapat dikonsumsi tanpa dimasak, seperti daging, buah, dan sayuran kalengan.
Selain itu, persediaan darurat perlu dilengkapi dengan pembuka kaleng, makanan untuk hewan peliharaan, cairan pembersih tangan, serta tisu basah untuk menjaga kebersihan ketika pasokan air terganggu.
Imbauan kesiapsiagaan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran pemerintah Inggris terhadap ancaman keamanan, terutama yang berkaitan dengan Rusia.