radartvnews.com - Larangan penggunaan alat tangkap jaring trawl atau pukat harimau itu sudah dicantumkan, dalam peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor -2 tahun 2015 dan di berlakukan mulai juni 2017. Namun hingga kini penggunaan jaring trawl diperairan labuhan Maringgai, Lampung Timur makin marak. Jaring trawl atau jaring pukat harimau dapat merusak ekosistim laut dan trumbu karang. Serta menimbukan persoalan antara nelayan tradisional dan nelayan kapal trawl, namun hingga kini belum juga ada kejelasan. Para nelayan tradisional di perairan labuhan Maringgai makin merana. (syam/rie)
Trawl Merajalela, Nelayan Merana
Selasa 12-09-2017,11:15 WIB
Reporter : redaksirltv
Editor : redaksirltv
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,10:56 WIB
Carmen Hearts2Hearts Kembali Jadi Sorotan, Seragam SMA Indonesia Curi Perhatian di Korea
Sabtu 07-11-2026,15:44 WIB
Semeru Erupsi, Penambang Pasir di Lumajang Berlarian Selamatkan Diri
Sabtu 07-11-2026,15:51 WIB
ADÉLA Sapa Penggemar Indonesia Lewat Video Lirik Dua Lagu Populernya
Sabtu 07-11-2026,15:24 WIB
Ubah Sampah Jadi Saldo Rekening, BTN Hadirkan Inovasi Waste Station di Banyumas
Sabtu 07-11-2026,15:39 WIB
Sering Dikonsumsi Masyarakat, Singkong Ternyata Mengandung Racun Alami
Terkini
Sabtu 07-11-2026,23:58 WIB
Fakta di Balik Cokelat yang Berbahaya bagi Anjing dan Kucing, Jangan Sembarangan Memberikannya
Sabtu 07-11-2026,22:20 WIB
Lagi Haid, Boleh Minum Soda? Ini Alasan Sebaiknya Dihindari
Sabtu 07-11-2026,22:14 WIB
Sering Dibuang, Ternyata Biji Pepaya Punya 8 Manfaat bagi Kesehatan Tubuh
Sabtu 07-11-2026,21:26 WIB
Gaya Hidup Sehat di Era Baru Tren Bersepeda Kembali Marak di Tengah Kota
Sabtu 07-11-2026,21:22 WIB