RADARTVNEWS.COM – Indonesia memiliki beragam tradisi daerah yang masih dipertahankan hingga saat ini. Salah satunya adalah Ritual Hodo yang berasal dari masyarakat Padukuhan Pariopo, Dusun Selatan, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Tradisi ini merupakan bagian dari warisan leluhur yang dijalankan sebagai bentuk ikhtiar spiritual masyarakat untuk memohon turunnya hujan, terutama ketika menghadapi musim kemarau. Ritual Hodo biasanya dilaksanakan setiap 10 Oktober dan menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dijaga oleh masyarakat setempat.
Bagi masyarakat pendukungnya, Hodo bukan sekadar kegiatan adat, melainkan juga memiliki nilai kebersamaan dan hubungan antara manusia dengan alam. Tradisi tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat pada masa lalu memiliki cara tersendiri dalam menghadapi kondisi lingkungan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Keberadaan Ritual Hodo juga menunjukkan bahwa kebudayaan daerah tidak selalu berbentuk tarian, pakaian adat, atau pertunjukan musik. Tradisi yang berkaitan dengan kehidupan spiritual dan lingkungan juga menjadi bagian penting dari identitas masyarakat.
Pemerintah telah menetapkan Ritual Hodo sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2019. Pengakuan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap keberadaan tradisi lokal yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat.
Selain dipertahankan melalui pelaksanaan ritual, Hodo juga mulai diperkenalkan melalui media lain. Enam mahasiswa Program Studi Televisi dan Film, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember, mengangkat tradisi tersebut dalam film dokumenter berjudul The Hodo: Memanggil Langit untuk Tanah.
Pengenalan melalui film dokumenter dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas pengetahuan masyarakat mengenai tradisi yang belum banyak dikenal di luar daerah asalnya.
Dokumentasi juga membantu generasi muda memahami bahwa setiap tradisi memiliki latar belakang dan makna yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pendukungnya.
Pelestarian Ritual Hodo perlu dilakukan dengan tetap menghormati masyarakat yang menjalankannya. Dengan begitu, tradisi tersebut tidak hanya dikenal sebagai daya tarik budaya, tetapi juga dipahami sebagai bagian dari identitas dan pengetahuan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.