RADARTVNEWS.COM – Meluangkan waktu untuk diri sendiri atau me time menjadi salah satu cara untuk beristirahat dari rutinitas yang melelahkan. Meski demikian, kebiasaan menyendiri perlu diperhatikan agar tidak berkembang menjadi isolasi diri yang berdampak buruk bagi kesehatan mental.
Dilansir dari Media Indonesia, para ahli kesehatan mental mengingatkan bahwa menarik diri dari lingkungan sosial secara terus-menerus bukanlah cara yang efektif untuk memulihkan energi. Perilaku tersebut terkadang menjadi bentuk penghindaran terhadap kecemasan, ketakutan akan penilaian orang lain, atau kelelahan emosional yang berkepanjangan.
Psikolog Klaus Nuyken menjelaskan, kebiasaan menolak ajakan bertemu orang lain karena rasa takut atau kurang percaya diri dapat memperburuk kecemasan seiring waktu. Ketika seseorang mengisolasi diri, kesempatan untuk memperoleh pengalaman sosial yang positif juga semakin berkurang sehingga perasaan kesepian dapat meningkat.
Selain itu, penarikan diri dari lingkungan sosial dapat menjadi salah satu tanda gangguan kesehatan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan. Pada orang yang mengalami depresi, berkurangnya minat untuk bersosialisasi dapat berkaitan dengan kelelahan serta hilangnya kemampuan untuk menikmati aktivitas yang sebelumnya disukai.
Untuk membedakan me time yang sehat dengan isolasi diri, seseorang dapat memperhatikan perubahan suasana hati setelah menghabiskan waktu sendirian. Me time umumnya membantu seseorang merasa lebih rileks dan siap kembali menjalani aktivitas, sedangkan isolasi diri dapat membuat seseorang semakin murung, kesepian, atau enggan berinteraksi dengan orang lain.
Psikiater Dr. Tatjana Reichhart menyarankan agar seseorang melakukan refleksi diri untuk memahami apakah waktu menyendiri benar-benar memberikan manfaat atau justru membuat kondisi emosional semakin memburuk.
Bagi orang yang mulai kesulitan bersosialisasi, langkah kecil dapat dilakukan untuk membangun kembali hubungan dengan lingkungan sekitar. Misalnya, mengirim pesan kepada teman lama, merencanakan pertemuan singkat, atau melakukan kegiatan bersama tanpa harus terlibat dalam percakapan yang mendalam.
Menetapkan jadwal untuk berinteraksi juga dapat membantu seseorang kembali terbiasa bersosialisasi. Hal ini penting karena menunggu hingga muncul keinginan untuk bertemu orang lain terkadang membuat seseorang semakin lama menghindari interaksi sosial.
Menjaga hubungan yang bermakna dengan orang lain merupakan bagian penting dari kesehatan mental. Karena itu, waktu untuk diri sendiri tetap diperlukan, tetapi sebaiknya tidak sampai membuat seseorang terputus dari dukungan sosial yang dibutuhkan.