Bukan Sekadar Mendoakan, Ziarah Kubur Jadi Terapi Pengikis Kesombongan

Kamis 15-10-2026,02:06 WIB
Reporter : Mg - Salsabila Indiana Putri
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM – Ziarah kubur sering kali dipahami masyarakat umum sebatas ritual tahunan untuk berkirim doa kepada keluarga yang telah wafat. Padahal dalam ajaran Islam, doa tidak terhalang oleh jarak dan dapat sampai kepada almarhum tanpa harus mendatangi pemakaman.

Secara syariat, Rasulullah SAW memberikan anjuran khusus untuk mendatangi pemakaman karena adanya hikmah spiritual yang besar bagi orang yang masih hidup. Ziarah kubur hadir sebagai sarana introspeksi diri untuk meredakan ambisi serta kesombongan duniawi yang sering mengeras dalam jiwa manusia.

Di awal perkembangan Islam, ziarah kubur sempat dilarang untuk mencegah tradisi ratapan dan potensi kemusyrikan. Namun, setelah akidah umat menguat, Rasulullah SAW memerintahkannya kembali dengan bersabda: "Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarah lah, karena sesungguhnya ziarah kubur itu dapat melembutkan hati, meneteskan air mata, dan mengingatkan akan akhirat" (HR. Ahmad).

Berdiri di antara deretan makam memberikan penegasan visual akan batas akhir dari seluruh pencapaian hidup manusia. Di tempat pemakaman, semua individu dari berbagai latar belakang status sosial, jabatan, maupun kekayaan akan berakhir dalam kondisi yang sama.

BACA JUGA:Catat! 6 Tuntunan Rasulullah SAW Agar Selamat dari Dahsyatnya Fitnah Dajjal

Momen berziarah membantu mengembalikan perspektif hidup yang benar serta meredakan beban kecemasan atas urusan duniawi. Masalah, perselisihan, dan gengsi yang tadinya terasa besar mendadak menjadi tidak berarti saat seseorang menyadari kefanaan diri.

Sebagaimana diisyaratkan dalam Surah At-Takatsur, ziarah kubur menjadi sarana untuk menyaksikan secara langsung kenyataan tentang hari akhir. Tradisi ini mengajak setiap muslim untuk terus berbenah, melembutkan hati, serta mempersiapkan bekal terbaik sebelum maut menjemput.

Kategori :