Senyum Nyonya Rentenir, Juragan Batu dan Dua Badut yang Diterjunkan

Sabtu 19-09-2026,21:54 WIB
Reporter : Syamsuddin

Nyonya Rentenir bisa saja hanya simbol.

Juragan Batu bisa saja sekadar karakter.

Dua badut pun mungkin hanya bayangan yang lahir dari kegelisahan.

Namun pertanyaan tetap tumbuh.

Jika semua itu hanya dongeng, mengapa begitu banyak kemiripan dengan kegelisahan yang hidup di sekitar kita?

Jika tidak ada permainan, mengapa papan caturnya terasa sudah disiapkan?

Jika tidak ada ambisi kekuasaan, mengapa langkah-langkah menuju 2029 seolah mulai dirancang sejak jauh hari?

Dan jika semua hanya kebetulan, mengapa begitu banyak bayangan yang bergerak di belakang layar?

Barangkali memang tidak ada jawaban.

Sebab politik, seperti permainan catur, tidak selalu memperlihatkan siapa yang menggerakkan bidak.

Kadang yang terlihat hanya pion yang berjalan.

Sementara tangan yang menggerakkan tetap tersembunyi.

Pada akhirnya, kita tidak perlu terburu-buru menunjuk siapa Nyonya Rentenir.

Tidak perlu pula tergesa-gesa mencari siapa Juragan Batu dan siapa dua badutnya.

Biarkan fakta menjawab.

Biarkan bukti berbicara.

Kategori :