Senyum Nyonya Rentenir, Juragan Batu dan Dua Badut yang Diterjunkan
ilustrasi-Foto : Ist-
Oleh : Syamsudin
Papan catur mulai digelar.
Sunyi. Senyap. Tanpa banyak bayangan.
Bidak-bidak disusun rapi. Pion perlahan membuka jalan. Sementara dari kejauhan, genderang menuju 2029 mulai terdengar.
Di tengah papan permainan itu, seorang Nyonya Rentenir hanya tersenyum.
Ia menunggu lawan.
Dari balik bayangan, dua sosok kemudian muncul.
“Siapa mereka?” tanya sebuah suara lirih dalam hati.
“Entahlah.”
“Oh... ternyata mereka orang-orang dekat sang penguasa.”
Permainan pun dimulai.
Hanya 300 kilo paket, begitu kira-kira perintahnya. Tidak berat. Cepat diangkat. Cepat pula dibagikan.
“Siap, Nyonya Besar.”
Namun ada pesan yang tak boleh dilupakan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: