RADARTVNEWS.COM — Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian masyarakat pada Sabtu, 5 September 2026. Badan Geologi melaporkan erupsi menerus disertai suara gemuruh masih berlangsung. Gunung Anak Krakatau juga masih berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat di wilayah Lampung dan Banten, khususnya yang terdampak sebaran abu vulkanik, perlu meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas di luar rumah. Abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan dan mengiritasi mata, sehingga perlindungan diri menjadi penting.
Berikut sejumlah tips yang dapat dilakukan masyarakat saat harus beraktivitas di luar rumah ketika terjadi hujan abu vulkanik.
1. Selalu gunakan masker
Masker menjadi perlindungan utama untuk mengurangi masuknya partikel abu vulkanik ke saluran pernapasan. Gunakan masker yang dapat menyaring partikel dengan baik dan pastikan terpasang rapat menutupi hidung serta mulut. Jika masker sudah kotor atau basah, segera ganti.
2. Gunakan kacamata pelindung
Selain saluran pernapasan, mata juga perlu dilindungi. Gunakan kacamata pelindung ketika berada di luar rumah untuk mengurangi risiko iritasi akibat abu. Hindari menggunakan lensa kontak ketika kondisi udara dipenuhi abu karena dapat meningkatkan rasa tidak nyaman dan iritasi pada mata.
3. Kenakan pakaian tertutup
Saat keluar rumah, gunakan pakaian berlengan panjang, celana panjang, sepatu tertutup, dan penutup kepala. Pakaian tertutup dapat membantu mengurangi kontak langsung kulit dengan abu vulkanik.
4. Kurangi aktivitas di luar ruangan
Jika tidak memiliki keperluan mendesak, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah ketika abu vulkanik sedang turun. Terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan, paparan abu sebaiknya diminimalkan.
5. Siapkan perlengkapan darurat
Masyarakat dapat menyiapkan tas darurat yang berisi masker cadangan, kacamata pelindung, air minum, obat-obatan pribadi, makanan ringan, senter, power bank, telepon seluler, serta dokumen penting. Persiapan ini akan membantu jika sewaktu-waktu diperlukan evakuasi.
6. Lindungi rumah dari masuknya abu
Ketika terjadi hujan abu, tutup pintu dan jendela rumah. Jika memungkinkan, celah yang menjadi jalur masuk abu dapat ditutup untuk mengurangi paparan di dalam ruangan. Hindari menyalakan kipas atau alat yang justru dapat membuat abu semakin menyebar di dalam rumah.