Bukan Malas, Gen Z Ternyata Mulai Memilih Work-Life Balance

Minggu 23-08-2026,16:09 WIB
Reporter : MG - Neza Indira Ajeng Pratiwi
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM – Generasi Z kerap mendapat anggapan sebagai generasi yang mudah menyerah dan tidak tahan dengan tekanan dunia kerja. Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan preferensi Gen Z dalam menentukan pekerjaan.

Bagi sebagian Gen Z, pekerjaan bukan hanya soal mendapatkan penghasilan, tetapi juga bagaimana pekerjaan tersebut dapat berjalan beriringan dengan kehidupan pribadi. Hal ini terlihat dari tingginya perhatian mereka terhadap konsep work-life balance atau keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan di luar pekerjaan.

Berdasarkan riset oleh Jangkara Data Lab bersama Jakpat yang bertajuk “Mengungkap Preferensi Karir Gen Z”, sebanyak 95 persen responden menginginkan work-life balance. Riset tersebut dilakukan melalui survei online terhadap 1.185 responden berusia 16–29 tahun pada 1–3 Juni 2024, serta pemantauan percakapan publik di media sosial X selama 1 April hingga 31 Mei 2024.

Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa keseimbangan kehidupan dan pekerjaan menjadi salah satu pertimbangan yang mulai diperhatikan Gen Z ketika memandang dunia kerja. Sebanyak 69 persen responden menilai work-life balance penting untuk meningkatkan kemampuan diri, sementara 67 persen mengaitkannya dengan kesehatan mental dan 55 persen dengan kesehatan.

Dengan demikian, keinginan terhadap lingkungan kerja yang lebih seimbang tidak selalu berarti Gen Z enggan bekerja keras. Bagi mereka, pekerjaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan, tetapi tidak harus mengambil seluruh waktu yang dimiliki.

Gaji Tetap Jadi Pertimbangan

Meski menginginkan keseimbangan, bukan berarti persoalan finansial tidak menjadi perhatian Gen Z. Gaji justru masih menjadi salah satu pertimbangan utama ketika memilih pekerjaan.

Dalam survei tersebut, 65 persen responden yang sudah bekerja menyebut gaji sebagai pertimbangan terbesar. Sementara itu, 48 persen lainnya mempertimbangkan fleksibilitas waktu kerja.

Untuk pekerjaan pertama, sebanyak 40 persen responden menganggap gaji Rp5 juta hingga Rp10 juta sebagai nominal yang ideal. Sebanyak 15 persen berharap memperoleh Rp10 juta hingga Rp20 juta, sedangkan 14 persen lainnya memiliki ekspektasi lebih dari Rp20 juta. Adapun 31 persen responden memiliki ekspektasi gaji Rp1 juta hingga Rp5 juta.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa Gen Z tidak serta-merta mengesampingkan aspek finansial demi kenyamanan. Mereka justru mempertimbangkan beberapa aspek secara bersamaan, mulai dari pendapatan hingga pola kerja yang memungkinkan kehidupan pribadi tetap berjalan.

Fleksibilitas Kerja Mulai Dilirik

Selain keseimbangan kehidupan, fleksibilitas juga menjadi bagian yang semakin diperhatikan. Sistem kerja konvensional dengan keharusan berada di kantor setiap hari bukan menjadi pilihan utama bagi sebagian besar responden.

Hanya 8 persen responden yang menyatakan tertarik dengan sistem work from office (WFO). Sebaliknya, pembicaraan mengenai sistem kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) tercatat cukup banyak muncul di media sosial X, dengan 1.235 percakapan selama periode pemantauan.

Namun, keinginan tersebut masih berhadapan dengan kondisi pasar kerja. Sebanyak 85 persen responden menilai pekerjaan remote dengan jam kerja fleksibel sulit ditemukan di Indonesia.

Kondisi itu bahkan membuat 74 persen responden tertarik untuk bekerja di luar negeri, meskipun baru 4 persen yang mengaku telah mengajukan lamaran pekerjaan ke luar negeri.

Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan cara Gen Z dalam memandang pekerjaan. Mereka tidak hanya mencari pekerjaan yang mampu memenuhi kebutuhan finansial, tetapi juga mulai mempertimbangkan bagaimana pekerjaan tersebut dapat memberikan ruang untuk kehidupan pribadi, kesehatan, serta pengembangan diri.

Pada akhirnya, anggapan bahwa Gen Z tidak mau bekerja keras mungkin perlu dilihat kembali. Keinginan terhadap work-life balance bukan selalu tentang menghindari pekerjaan, melainkan tentang mencari cara agar pekerjaan dan kehidupan pribadi dapat berjalan secara lebih seimbang.

BACA JUGA:Gen Z Rentan Alami Gangguan Tidur, Stres hingga Perubahan Mood

Kategori :