BANDARLAMPUNG, RADARTVNEWS.COM – Jalan desa masih menjadi salah satu wajah pembangunan yang paling mudah dilihat dan dirasakan masyarakat. Ketika akses jalan membaik, aktivitas warga, distribusi hasil pertanian hingga roda perekonomian desa ikut bergerak.
Hal inilah yang kini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Lampung melalui penguatan Program Desaku Maju. Pemprov Lampung mendorong kolaborasi lebih kuat bersama pemerintah kabupaten/kota dan jajaran TNI untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jalan desa.
Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Program Desaku Maju yang digelar di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Jumat (14/8/2026).
Rapat koordinasi dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dan dihadiri para sekretaris daerah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Dalam rakor tersebut, pembangunan jalan desa menjadi salah satu perhatian utama. Program Desaku Maju akan disinergikan dengan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) maupun Karya Bakti TNI.
Marindo mengatakan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan langsung masyarakat.
“Program ini kita dorong melalui kolaborasi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan TNI, terutama untuk mempercepat pembangunan jalan desa,” ujar Marindo.
BACA JUGA:Bukan Lagi Senapan, Pangdam XXI/Radin Inten Sebut Ponsel Jadi Medan Bela Negara
Menurutnya, sinergi tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama antara pemerintah daerah dan jajaran TNI dalam mendukung pembangunan di tingkat desa.
Bukan hanya soal membangun jalan, program tersebut juga diarahkan agar penggunaan anggaran pemerintah benar-benar memberikan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.
DBH Harus Terlihat Hasilnya
Salah satu sumber pembiayaan yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan Program Desaku Maju adalah Dana Bagi Hasil (DBH).
Pemerintah kabupaten/kota diharapkan dapat memberikan dukungan melalui pengalokasian anggaran DBH untuk pembangunan infrastruktur desa, khususnya ruas jalan yang membutuhkan penanganan.
Marindo menekankan bahwa anggaran yang disalurkan harus mampu menghasilkan pembangunan yang terlihat secara nyata.
“Yang ingin kita hadirkan adalah rasa di masyarakat bahwa DBH yang disalurkan benar-benar menghasilkan pembangunan dan manfaat nyata, khususnya untuk jalan desa,” jelasnya.