Paylater Makin Diminati, Kemudahan yang Perlu Diwaspadai

Jumat 07-08-2026,16:10 WIB
Reporter : MG – Adinda Laudya Syifa
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM – Perkembangan teknologi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan masyarakat, termasuk cara melakukan transaksi.

Salah satu inovasi yang semakin banyak digunakan adalah layanan paylater atau buy now, pay later (BNPL). Melalui layanan ini, masyarakat dapat membeli barang atau menggunakan jasa terlebih dahulu, kemudian melakukan pembayaran sesuai waktu yang telah ditentukan.

Saat ini, fitur paylater telah tersedia di berbagai platform, mulai dari e-commerce, aplikasi transportasi, hingga layanan perjalanan. Proses pendaftaran yang mudah dan pencairan limit yang relatif cepat menjadi alasan mengapa layanan ini semakin diminati. 

Bagi sebagian orang, paylater dianggap mampu memberikan kemudahan, terutama saat membutuhkan barang atau layanan tetapi belum memiliki dana yang cukup.

Meningkatnya penggunaan paylater juga terlihat dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Mei 2026, OJK mencatat baki debet kredit Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan mencapai Rp29,3 triliun pada April 2026 atau tumbuh 37,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, jumlah rekening pengguna BNPL telah mencapai 31,76 juta akun, yang menunjukkan bahwa layanan ini semakin banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.

BACA JUGA:Alasan Gen Z Mudah Terjerat Pinjol dan Paylater, Bukan Sekadar Faktor Ekonomi!

Di sisi lain, kemudahan yang ditawarkan paylater perlu digunakan secara bijak. Setiap transaksi yang dilakukan akan menjadi kewajiban yang harus dibayar sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Jika pembayaran terlambat, pengguna dapat dikenakan denda maupun biaya tambahan sesuai ketentuan dari penyedia layanan. Oleh karena itu, memahami syarat, bunga, dan biaya administrasi sebelum menggunakan paylater menjadi hal yang penting.

Kemudahan bertransaksi juga dapat memengaruhi kebiasaan belanja seseorang. Karena proses pembelian terasa lebih praktis, tidak sedikit pengguna yang terdorong membeli barang di luar kebutuhan. Apabila hal tersebut dilakukan secara berulang tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan, tagihan dapat menumpuk dan berpotensi mengganggu stabilitas finansial.

OJK mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan BNPL sesuai kebutuhan dan kemampuan membayar. 

Selain itu, meningkatkan literasi keuangan juga menjadi langkah penting agar masyarakat dapat memahami manfaat sekaligus risiko dari setiap layanan keuangan digital. Dengan memahami cara kerja paylater, pengguna dapat mengambil keputusan yang lebih bijak sebelum melakukan transaksi.

Seiring berkembangnya ekonomi digital di Indonesia, penggunaan paylater diperkirakan masih akan terus meningkat. Meski menawarkan kemudahan dan fleksibilitas dalam bertransaksi, masyarakat tetap perlu menggunakannya secara bertanggung jawab. 

Dengan pengelolaan keuangan yang baik, paylater dapat menjadi alternatif pembayaran yang membantu memenuhi kebutuhan tanpa menimbulkan beban keuangan di kemudian hari.

BACA JUGA:PayLater Solusi atau Jebakan Finansial! Kenali Manfaat dan Risikonya

Kategori :