RADARTVNEWS.COM – Masih mengira styrofoam, spons, atau kapas adalah material paling ringan di dunia? Anggapan tersebut ternyata keliru. Gelar salah satu material paling ringan di dunia justru disandang oleh aerogel, material padat yang sebagian besar volumenya terdiri atas ruang berisi udara. Meski memiliki bobot yang sangat ringan, aerogel menyimpan berbagai keunggulan dan telah dimanfaatkan dalam beragam teknologi modern, termasuk misi antariksa NASA.
Aerogel pertama kali dikembangkan pada tahun 1931 oleh ilmuwan asal Amerika Serikat, Samuel Stephens Kistler. Material ini dibuat melalui proses khusus dengan mengganti cairan di dalam gel menggunakan gas tanpa merusak struktur padatnya. Proses tersebut menghasilkan material berpori dengan massa jenis yang sangat rendah, di mana sekitar 95 hingga 99 persen volumenya diisi oleh udara. Karena tampilannya yang transparan kebiruan dan menyerupai gumpalan asap, aerogel sering dijuluki sebagai "frozen smoke" atau "asap beku". Meski terlihat rapuh, berbagai jenis aerogel modern telah dikembangkan agar lebih kuat, lentur, dan tahan terhadap berbagai kondisi ekstrem sehingga dapat digunakan dalam berbagai bidang teknologi. Salah satu keunggulan utama aerogel adalah kemampuannya sebagai isolator panas. Berkat konduktivitas termalnya yang sangat rendah, material ini mampu menghambat perpindahan panas jauh lebih efektif dibandingkan banyak bahan isolasi konvensional. Oleh karena itu, aerogel dimanfaatkan pada berbagai kebutuhan yang memerlukan perlindungan terhadap suhu ekstrem, seperti pakaian pelindung, peralatan laboratorium, hingga industri energi. Keunggulan aerogel tidak berhenti pada kemampuan mengisolasi panas. Material ini juga mampu menyerap suara, meredam getaran, serta memiliki struktur berpori dengan luas permukaan yang sangat besar. Karakteristik tersebut membuat aerogel terus dikembangkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk menyerap tumpahan minyak, limbah kimia, hingga mendukung teknologi penyimpanan energi. BACA JUGA:Amazing! Bocah SD Asal Boyolali Raih Penghargaan dari NASA, Berhasil Temukan Celah Keamanan Digital Salah satu penggunaan aerogel yang paling dikenal adalah pada misi Stardust milik NASA. Dalam misi tersebut, aerogel digunakan untuk menangkap partikel debu komet dan debu antarbintang yang melaju dengan kecepatan sangat tinggi tanpa merusak bentuk aslinya. Kemampuan tersebut memungkinkan para ilmuwan membawa sampel kembali ke Bumi untuk diteliti lebih lanjut. Seiring berkembangnya teknologi, para peneliti juga terus mengembangkan aerogel berbahan dasar selulosa, karbon, hingga graphene agar lebih ramah lingkungan, lebih kuat, dan memiliki biaya produksi yang lebih terjangkau. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan aerogel di berbagai sektor. Dengan kombinasi bobot yang sangat ringan, kemampuan isolasi yang tinggi, serta sifat multifungsi, aerogel diperkirakan akan memainkan peran penting dalam pengembangan teknologi masa depan. Material ini berpotensi semakin banyak dimanfaatkan di bidang konstruksi, energi, transportasi, elektronik, hingga kesehatan. Kesimpulan Aerogel merupakan salah satu material paling ringan di dunia dengan sekitar 95 hingga 99 persen volumenya diisi oleh udara. Meski memiliki bobot yang sangat ringan, material ini menawarkan kemampuan isolasi panas, peredam suara, serta beragam fungsi lain yang mendukung perkembangan teknologi modern. Berkat karakteristik tersebut, aerogel kini dimanfaatkan mulai dari penelitian ilmiah hingga misi antariksa NASA dan diperkirakan akan semakin luas penggunaannya di masa depan.Aerogel, Material Teringan di Dunia yang Bantu Misi Antariksa NASA
Senin 03-08-2026,14:02 WIB
Reporter : MG - Muthia Afifah
Editor : Jefri Ardi
Kategori :
Terkait
Rabu 28-10-2026,19:54 WIB
Apple Rilis iPad Mini Terbaru, Usung Layar OLED 8,5 Inci dan Chip A20 Pro
Sabtu 24-10-2026,13:40 WIB
Siswi Meksiko Raih Emas di Indonesia Ciptakan Pemadam Api Suara
Sabtu 24-10-2026,13:19 WIB
Polinela Sukses Gelar International Innovation 4 Force 2026, Satukan Inovator Muda 5 Negara
Jumat 16-10-2026,14:52 WIB
Satelit NASA Deteksi Peningkatan Karbon Monoksida di Langit Indonesia
Senin 12-10-2026,15:58 WIB
HP Cepat Panas Saat Dipakai? Hindari 3 Kebiasaan Ini agar Suhu Ponsel Tak Makin Tinggi
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,10:56 WIB
Carmen Hearts2Hearts Kembali Jadi Sorotan, Seragam SMA Indonesia Curi Perhatian di Korea
Sabtu 07-11-2026,15:24 WIB
Ubah Sampah Jadi Saldo Rekening, BTN Hadirkan Inovasi Waste Station di Banyumas
Sabtu 07-11-2026,15:44 WIB
Semeru Erupsi, Penambang Pasir di Lumajang Berlarian Selamatkan Diri
Sabtu 07-11-2026,15:51 WIB
ADÉLA Sapa Penggemar Indonesia Lewat Video Lirik Dua Lagu Populernya
Sabtu 07-11-2026,15:39 WIB
Sering Dikonsumsi Masyarakat, Singkong Ternyata Mengandung Racun Alami
Terkini
Sabtu 07-11-2026,23:58 WIB
Fakta di Balik Cokelat yang Berbahaya bagi Anjing dan Kucing, Jangan Sembarangan Memberikannya
Sabtu 07-11-2026,22:20 WIB
Lagi Haid, Boleh Minum Soda? Ini Alasan Sebaiknya Dihindari
Sabtu 07-11-2026,22:14 WIB
Sering Dibuang, Ternyata Biji Pepaya Punya 8 Manfaat bagi Kesehatan Tubuh
Sabtu 07-11-2026,21:26 WIB
Gaya Hidup Sehat di Era Baru Tren Bersepeda Kembali Marak di Tengah Kota
Sabtu 07-11-2026,21:22 WIB