RADARTVNEWS.COM — Alam kembali mengirimkan sinyal kewaspadaan dari atap Pulau Jawa. Gunung Semeru yang membentang di antara Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan lonjakan aktivitas vulkanik sejak Jumat malam hingga Sabtu (1/8/2026) dini hari. Kawah Bongso terekam menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 800 meter yang membumbung pekat ke langit, condong membawa material halus ke arah timur dan timur laut.
Dinamika vulkanik ini terekam jelas pada instrumen seismograf Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru dengan getaran amplitudo maksimum 22 milimeter selama kurang lebih 160 detik. Letusan yang disertai embusan abu tebal ini mengonfirmasi bahwa aktivitas di perut bumi Mahameru masih tergolong tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda secara signifikan.
Menanggapi kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Semeru tetap bertahan pada Level III (Siaga). Ruang gerak warga dan wisatawan dibatasi secara ketat guna mengantisipasi lontaran batu pijar maupun ancaman awan panas guguran.
Sektor tenggara sepanjang jalur aliran Besuk Kobokan menjadi perhatian utama, di mana masyarakat dilarang total beraktivitas dalam radius 13 kilometer dari titik erupsi. Batas aman juga diterapkan sejauh 500 meter dari sempadan sungai untuk mengantisipasi sapuan lahar. Selain bahaya langsung dari kawah, warga yang bermukim di pinggiran aliran sungai yang berhulu di Semeru diminta ekstra waspada terhadap potensi ancaman sekunder berupa banjir lahar hujan, terutama saat curah hujan mulai meningkat di wilayah puncak.