Mengenal Quarter Life Crisis yang Dialami Banyak Anak Muda, Ini Ciri dan Penyebabnya!

Selasa 14-07-2026,14:05 WIB
Reporter : MG-Ramadhani
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM - Belakangan ini, istilah quarter life crisis semakin sering muncul di media sosial. Di TikTok, Instagram, hingga X, banyak anak muda membagikan cerita tentang rasa bingung, cemas, dan takut terhadap masa depan. Tidak sedikit yang merasa hidup mereka tertinggal dibanding teman-teman seusia yang tampak sudah lebih dulu sukses.

Fenomena ini banyak dialami oleh mereka yang berada di usia 20-an. Masa yang seharusnya menjadi waktu untuk mengejar impian justru sering dipenuhi pertanyaan tentang karier, pendidikan, hubungan, hingga tujuan hidup. Bagi sebagian orang, usia 20-an terasa seperti fase yang penuh tekanan dan ketidakpastian.

Secara umum, quarter life crisis adalah kondisi ketika seseorang mengalami kebingungan dan kecemasan terhadap arah hidupnya. Meski bukan gangguan mental, kondisi ini dapat memengaruhi emosi, motivasi, dan cara seseorang memandang dirinya sendiri.

Generasi Z menjadi salah satu kelompok yang paling banyak membicarakan fenomena ini. Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z tumbuh di era digital yang membuat mereka sangat dekat dengan media sosial. Setiap hari mereka disuguhi berbagai cerita tentang kesuksesan orang lain, mulai dari karier yang cemerlang, bisnis yang berkembang, hingga gaya hidup yang tampak sempurna.

Tanpa disadari, media sosial sering membuat seseorang membandingkan hidupnya dengan orang lain. Ketika melihat teman sebaya sudah memiliki pekerjaan mapan, menikah, atau mampu membeli rumah dan kendaraan, muncul perasaan tertinggal dan tidak cukup berhasil.

BACA JUGA:Viral Dituding Tak Bertanggung Jawab Usai Kecelakaan di Malaysia, Karyn Putri Beri Klarifikasi

Padahal, apa yang ditampilkan di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Banyak orang memilih membagikan momen terbaik mereka dan menyimpan perjuangan atau kegagalan yang dialami. Namun, tidak sedikit anak muda yang menganggap pencapaian orang lain sebagai standar kesuksesan yang harus mereka capai secepat mungkin.

Selain faktor media sosial, tekanan ekonomi juga menjadi salah satu penyebab mengapa banyak anak muda merasa terbebani di usia 20-an. Biaya hidup yang terus meningkat, persaingan kerja yang semakin ketat, serta sulitnya mendapatkan pekerjaan sesuai harapan membuat banyak orang khawatir terhadap masa depan mereka.

Tidak sedikit lulusan perguruan tinggi yang masih berjuang mencari pekerjaan tetap. Ada pula yang harus bekerja di bidang yang berbeda dengan jurusan kuliah mereka. Kondisi tersebut sering menimbulkan pertanyaan dalam diri, seperti "Apakah aku sudah berada di jalan yang benar?" atau "Mengapa hidupku terasa berjalan di tempat?"

Tekanan dari lingkungan sekitar juga dapat memperparah keadaan. Sebagian anak muda merasa dituntut untuk segera sukses, memiliki penghasilan tinggi, atau mencapai target tertentu sebelum usia tertentu. Ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan, rasa kecewa dan tidak percaya diri pun mulai muncul.

Dampak dari quarter life crisis berbeda pada setiap orang. Sebagian menjadi lebih mudah cemas, kehilangan motivasi, sulit fokus, hingga merasa tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Ada pula yang mulai meragukan kemampuan diri sendiri dan memilih menarik diri dari lingkungan sosial.

BACA JUGA:Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Rencana Pembelian Rudal BrahMos Jadi Sorotan

Meski terasa berat, para ahli menilai bahwa quarter life crisis sebenarnya merupakan fase yang cukup normal dalam proses pendewasaan seseorang. Masa ini sering menjadi titik refleksi untuk mengenal diri sendiri, memahami apa yang benar-benar diinginkan, dan menentukan arah hidup ke depan.

Banyak orang justru menemukan tujuan hidup mereka setelah melewati fase tersebut. Ada yang memutuskan mengganti jalur karier, melanjutkan pendidikan, memulai bisnis, atau mencoba hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

Karena itu, menghadapi quarter life crisis bukan berarti seseorang sedang gagal dalam hidup. Sebaliknya, fase ini dapat menjadi kesempatan untuk bertumbuh dan belajar lebih memahami diri sendiri.

Kategori :