Deepfake dapat digunakan untuk menyebarkan informasi palsu, mencemarkan nama baik, meniru identitas seseorang, hingga mendukung berbagai modus penipuan. Dalam beberapa kasus, pelaku memanfaatkan suara atau wajah hasil AI untuk meyakinkan korban agar memberikan informasi pribadi maupun melakukan transfer uang.
Tidak hanya menyasar figur publik, risiko penyalahgunaan deepfake juga dapat dialami masyarakat umum. Foto, video, atau rekaman suara yang diunggah ke internet berpotensi digunakan sebagai bahan untuk membuat konten yang menyerupai individu tertentu tanpa persetujuan mereka.
Kenali Tanda-Tanda Deepfake
Meski hasilnya semakin realistis, beberapa petunjuk masih dapat membantu pengguna mengenali konten hasil manipulasi.
Pengguna tidak perlu menjadi ahli teknologi untuk menemukan tanda-tanda tersebut karena beberapa di antaranya dapat diamati secara langsung saat menonton video atau mendengarkan rekaman suara yang mencurigakan.
Salah satu ciri yang sering ditemukan adalah gerakan wajah yang terlihat kurang natural.
Pada beberapa video, ekspresi wajah tampak kaku atau berubah secara tidak wajar. Selain itu, gerakan bibir terkadang tidak sepenuhnya sesuai dengan suara yang terdengar, terutama ketika video diputar ulang atau diamati dengan lebih teliti.
Petunjuk lain dapat ditemukan pada detail visual seperti mata dan pencahayaan.
Kedipan mata yang terlalu jarang, arah pandangan yang terasa janggal, atau pantulan cahaya yang tidak konsisten sering menjadi tanda bahwa konten telah mengalami manipulasi.
Dalam beberapa kasus, pencahayaan pada wajah juga terlihat berbeda dengan kondisi lingkungan di sekitarnya.
Tidak hanya pada visual, kejanggalan juga dapat muncul pada audio.
Meskipun teknologi AI mampu meniru suara manusia dengan tingkat kemiripan yang tinggi, beberapa hasil masih terdengar terlalu datar, memiliki jeda yang tidak biasa, atau menunjukkan pola bicara yang berbeda dari kebiasaan aslinya.
BACA JUGA:AI Video Makin Realistis, Industri Kreatif Terancam?
Jangan Abaikan Sumber Informasi
Selain memperhatikan detail visual dan audio, pengguna juga perlu memeriksa asal konten yang beredar.
Video atau rekaman yang berasal dari akun tidak dikenal, tidak memiliki konteks yang jelas, atau belum dikonfirmasi oleh sumber terpercaya sebaiknya tidak langsung dipercaya.