Aktivitas yang awalnya menyenangkan perlahan berubah menjadi obsesi.
Di sisi lain, tren ini juga menimbulkan masalah lingkungan. Sebagian besar blind box dibuat dari bahan plastik seperti PVC dan dikemas menggunakan lapisan plastik tambahan, aluminium foil, hingga kardus tebal.
Ironisnya, sebagian besar limbah tersebut sulit didaur ulang dan akhirnya menambah tumpukan sampah plastik.
BACA JUGA: Cashless Bikin Lebih Praktis, Tapi Juga Lebih Boros?
Fenomena blind box menjadi salah satu bukti bagaimana strategi pemasaran modern bekerja sangat efektif pada generasi saat ini. Produk yang dijual bukan hanya lewat fungsi, tetapi lewat emosi, rasa penasaran, dan kebutuhan untuk merasa selalu “relevan” dengan tren.
Bukan berarti mengoleksi blind box selalu salah. Hobi tetap bisa dinikmati selama dilakukan dengan bijak. Terpenting adalah memahami batas antara membeli karena suka dan membeli karena dorongan impulsif semata. Yuk, bijak bijak memilah kebutuhan dan keinginan! (*)