RADARTVNEWS.COM - Saat nilai tukar rupiah melemah, masyarakat biasanya langsung bertanya satu hal “Dolar lagi naik ya?” Fenomena ini menunjukkan bahwa dolar Amerika Serikat atau dolar AS memang punya pengaruh besar terhadap ekonomi dunia.
Bahkan, hampir semua negara menjadikan dolar sebagai acuan dalam perdagangan internasional dan cadangan devisa.
Namun sebenarnya, kenapa dolar AS bisa menjadi “standar” mata uang dunia? Jawabannya ternyata bukan sekadar karena Amerika Serikat negara kaya. Ada sejarah panjang, kekuatan ekonomi, hingga faktor kepercayaan global yang membuat dolar sulit tergantikan sampai sekarang.
Awalnya, dunia tidak selalu menggunakan dolar sebagai patokan utama. Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, mata uang yang paling dominan justru poundsterling Inggris. Saat itu, Inggris menjadi pusat perdagangan dan industri dunia.
Situasi mulai berubah setelah Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Banyak negara Eropa mengalami krisis ekonomi akibat perang.
Sementara itu, Amerika Serikat justru tumbuh menjadi negara dengan ekonomi terbesar dan cadangan emas paling banyak di dunia.
Momentum penting terjadi pada tahun 1944 lewat Perjanjian Bretton Woods. Dalam perjanjian tersebut, puluhan negara sepakat menjadikan dolar AS sebagai pusat sistem keuangan global. Nilai dolar saat itu bahkan dikaitkan langsung dengan emas.
Artinya, negara lain percaya bahwa dolar memiliki nilai yang stabil dan aman digunakan untuk transaksi internasional.
BACA JUGA: Rupiah di Level Rp17.500, Dinamika Ekonomi Jadi Perbincangan Hangat
Meski sistem itu berakhir pada tahun 1971 ketika AS menghentikan penukaran dolar dengan emas, dominasi dolar ternyata tetap bertahan. Alasannya sederhana, dunia sudah telanjur percaya pada dolar.
Hingga sekarang, sebagian besar perdagangan internasional masih menggunakan dolar AS. Mulai dari transaksi minyak, emas, hingga perdagangan teknologi global. Bahkan harga minyak dunia hampir selalu dihitung menggunakan dolar.
Jadi, ketika sebuah negara ingin membeli minyak dari negara lain, mereka biasanya harus memiliki cadangan dolar terlebih dahulu. Inilah yang membuat permintaan terhadap dolar terus tinggi.
Selain itu, kekuatan ekonomi Amerika Serikat juga menjadi faktor utama. Negara tersebut memiliki banyak perusahaan raksasa dunia, seperti perusahaan teknologi, keuangan, hingga industri hiburan. Aktivitas bisnis mereka membuat perputaran dolar semakin besar di seluruh dunia.
Bukan cuma itu, pasar keuangan Amerika juga dianggap paling stabil dan likuid. Banyak investor global merasa lebih aman menyimpan aset mereka dalam bentuk dolar atau obligasi pemerintah AS.
Karena itulah, bank sentral di berbagai negara menyimpan cadangan devisa dalam bentuk dolar. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mempermudah transaksi internasional.