RADARTVNEWS.COM - Kalau ngomongin eksfoliasi, sebenarnya ada dua cara utama yang sering dipakai yaitu, physical exfoliation dan chemical exfoliation.
Keduanya punya tujuan yang sama yaitu mengangkat sel kulit mati biar kulit terlihat lebih cerah dan halus, tapi cara kerjanya beda banget, lho!
Physical exfoliation itu tipe eksfoliasi yang kerjanya secara fisik, alias ada gesekan langsung di kulit.
Biasanya, physical exfoliation bentuknya scrub dengan butiran kecil, brush, atau alat tertentu yang digosok perlahan ke wajah.
Saat kamu pakai, kamu bisa langsung ngerasain teksturnya dan efeknya pun cenderung instan karena ulit terasa lebih halus setelah dipakai.
BACA JUGA: Agar Makeup Tahan Seharian, Pilih Setting Powder atau Setting Spray?
Karena ada proses gesekan ini, physical exfoliation sering terasa satisfying. Tapi di sisi lain, justru di situ juga letak risikonya.
Kalau butirannya terlalu kasar atau kamu gosoknya terlalu keras, kulit bisa jadi iritasi, bahkan muncul micro-tears atau luka kecil yang nggak kelihatan.
Makanya, jenis ini lebih cocok buat kulit yang cenderung normal atau berminyak, dan tetap harus dipakai dengan lembut, bukan digosok kayak lagi nyuci piring.
Berbeda dengan itu, chemical exfoliation bekerja tanpa gesekan sama sekali. Sesuai namanya, jenis ini menggunakan kandungan kimia seperti AHA, BHA, atau PHA untuk melarutkan sel kulit mati.
Jadi bukan diangkat secara fisik, tapi dilepas dari permukaan kulit lewat proses kimia yang lebih halus dan terkontrol.
Efeknya memang nggak selalu langsung terasa dalam sekali pakai, tapi hasilnya biasanya lebih merata dan dalam jangka panjang bisa memperbaiki tekstur kulit, mencerahkan, bahkan membantu mengatasi jerawat.
Misalnya BHA, terkenal efektif buat membersihkan pori-pori yang tersumbat, sementara AHA lebih fokus ke permukaan kulit biar terlihat lebih glowing.
BACA JUGA: Chemical vs Physical Sunscreen, Mana yang Lebih Efektif?
Yang menarik, chemical exfoliation sering dianggap lebih modern karena formulanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan kulit.