Mobil Listrik vs Mobil Bensin: Mana Lebih Hemat dalam 5 Tahun?

Rabu 08-04-2026,20:55 WIB
Reporter : MG - Fajar Arif Kurniawan
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM - Ramainya kendaraan listrik di Indonesia sering diiringi pertanyaan: apakah benar lebih hemat? Harga beli mobil listrik memang masih lebih tinggi. Namun jika dihitung total biaya kepemilikan selama 5 tahun, hasilnya bisa mengejutkan. Mari kita bedah.

 

Biaya Energi: Listrik Jauh Lebih Murah

 

Mobil bensin dengan konsumsi 1:12 km/liter membutuhkan sekitar 833 liter bensin untuk menempuh 10.000 km. Dengan harga Pertamax Rp13.500/liter, biayanya Rp11,2 juta per tahun. Sementara mobil listrik seperti Wuling Air ev atau BYD Dolphin membutuhkan sekitar 1.200 kWh untuk jarak yang sama. Dengan tarif listrik rumah Rp1.700/kWh, biayanya hanya Rp2,04 juta per tahun. Artinya, biaya energi mobil listrik hanya 18% dari mobil bensin.

 

Biaya Perawatan: Lebih Sederhana

 

Mobil bensin wajib ganti oli mesin, oli transmisi, busi, filter udara, dan filter oli setiap 5.000–10.000 km. Dalam 5 tahun atau 50.000 km, biaya servis rutin mencapai Rp8–12 juta. Mobil listrik tidak memiliki mesin pembakaran, tidak ada oli mesin, busi, atau filter bahan bakar. Perawatan hanya terbatas pada filter kabin, minyak rem, dan pendingin baterai. Total biaya servis dalam 5 tahun hanya sekitar Rp2–4 juta.

 

Pajak dan Penyusutan

 

Pemerintah memberikan insentif pajak untuk mobil listrik. Di banyak daerah, pajak tahunan mobil listrik 50–90% lebih murah dibanding mobil bensin sekelas. Namun perlu dicermati: penyusutan mobil listrik saat ini masih lebih tinggi karena teknologi berkembang cepat. Dalam 5 tahun, mobil listrik bisa kehilangan 50–60% nilainya, sementara mobil bensin sekitar 40–50%.

 

Hasil Akhir: Mana Lebih Hemat?

Kategori :