RADARTVNEWS.COM-Borderline Personality Disorder (BPD) atau Gangguan Kepribadian Ambang adalah kondisi kesehatan mental yang kompleks, ditandai dengan ketidakstabilan emosi, citra diri, dan hubungan interpersonal yang intens. Seseorang dengan BPD sering kali merasa seolah-olah mereka berada di atas "roller coaster" emosional yang tidak pernah berhenti. Perasaan mereka bisa berubah drastis dalam hitungan menit, membuat dunia terasa sangat tidak pasti dan menakutkan bagi mereka maupun orang-orang di sekitarnya.
Berikut adalah aspek-aspek krusial untuk memahami dinamika BPD: 1. Ketakutan Luar Biasa akan Penolakan Inti dari BPD adalah ketakutan yang sangat mendalam terhadap pengabaian atau penolakan. Sedikit saja perubahan pada perilaku orang lain—seperti pesan yang terlambat dibalas—bisa memicu kepanikan hebat. Untuk menghindari "ditinggalkan", mereka mungkin melakukan upaya ekstrem yang justru sering kali membuat hubungan menjadi tegang. Mereka sangat membutuhkan kedekatan, namun di saat yang sama, mereka takut tersakiti oleh kedekatan tersebut. 2. Pola Hubungan "Cinta dan Benci" Penderita BPD cenderung melihat dunia secara hitam-putih (splitting). Seseorang bisa dianggap sebagai sosok yang sangat sempurna di pagi hari, namun berubah menjadi "musuh" di sore hari hanya karena perbedaan pendapat kecil. Pola hubungan yang tidak stabil ini sering kali membuat mereka merasa terisolasi dan tidak dipahami oleh lingkungan sosialnya. BACA JUGA:Manfaat Positive Thinking dalam Meningkatkan Kesehatan Mental dan Kualitas Hidup 3. Krisis Identitas dan Kekosongan Kronis Ciri lain yang menyiksa adalah perasaan "kosong" yang terus-menerus. Banyak penyintas BPD merasa tidak tahu siapa diri mereka sebenarnya. Minat, nilai-nilai, hingga cita-cita mereka bisa berubah-ubah tergantung dengan siapa mereka bergaul. Ketidakjelasan jati diri ini sering kali memicu perilaku impulsif, seperti belanja berlebihan, penyalahgunaan zat, hingga perilaku berisiko lainnya sebagai cara untuk "merasakan sesuatu" atau mengisi kekosongan tersebut. 4. Ledakan Emosi dan Pemulihan Emosi pada BPD bukan sekadar perasaan sedih atau marah biasa. Gejolak emosi ini sangat ekstrem dan berada di luar kendali pemiliknya. Mereka mungkin mengalami kemarahan yang meluap-luap yang diikuti oleh rasa malu dan depresi yang mendalam. Namun, penting untuk dicatat bahwa dengan terapi yang tepat—seperti Dialectical Behavior Therapy (DBT)—penderita BPD dapat belajar mengelola emosinya dan membangun kehidupan yang bermakna serta stabil. Kesimpulan BPD bukanlah kegagalan karakter, melainkan gangguan kesehatan mental yang membutuhkan empati dan penanganan profesional. Dengan dukungan yang tepat, individu dengan BPD dapat menyalurkan sensitivitas emosional mereka menjadi kekuatan kreativitas dan empati yang luar biasa bagi sesama.(*) BACA JUGA:Self Love Semakin Populer sebagai Kunci Kesehatan Mental MasyarakatMemahami BPD: Labirin Emosi dan Perjuangan Menemukan Jati Diri
Selasa 31-03-2026,13:44 WIB
Reporter : MG Trilia Gita Amanda
Editor : Jefri Ardi
Kategori :
Terkait
Selasa 31-03-2026,13:44 WIB
Memahami BPD: Labirin Emosi dan Perjuangan Menemukan Jati Diri
Terpopuler
Jumat 24-07-2026,18:52 WIB
Shin Tae Yong Dijatuhi Larangan Melatih 10 Tahun di Korea Selatan, Karier Bersama Persija Tetap Berlanjut
Jumat 24-07-2026,20:34 WIB
Gaya Hidup Matcha vs. Realita Gula: Benarkah Minuman Hits Gen Z Ini Benar-Benar Sehat?
Jumat 24-07-2026,21:54 WIB
Prabowo Sentil 'Londo Ireng' Modern, Soroti Peran Media dan LSM dalam Pidato Harlah PKB
Jumat 24-07-2026,19:55 WIB
Abaikan Panggilan Kedua, Ex-Jampidsus Febrie Adriansyah Bakal Dijemput Paksa Kejagung
Terkini
Sabtu 25-07-2026,16:56 WIB
Bukan Cuma Gemas, Ini yang Terjadi pada Otak Saat Kamu Mengelus Kucing
Sabtu 25-07-2026,16:54 WIB
Penemuan Jasad Misterius Berbaju Kerja "Evergreen" Gegerkan Pesisir Sidomulyo
Sabtu 25-07-2026,16:54 WIB
Sering Menggerakkan Kaki Tanpa Sadar? Waspadai Restless Legs Syndrome (RLS)
Sabtu 25-07-2026,15:13 WIB
Rindu yang Disajikan Hangat: Kisah Masakan Ibu untuk Anak Rantau
Jumat 24-07-2026,21:54 WIB