Harga Sembako Merangkak Naik, Warga Harus Putar Otak Atur Belanja Ramadan

Selasa 10-03-2026,10:48 WIB
Reporter : MG Exsa Agdi Farhensen
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM – Harga sejumlah bahan pokok mulai merangkak naik di berbagai pasar tradisional selama bulan Ramadan. Kenaikan ini memang belum sepenuhnya melonjak tajam, namun sudah mulai terasa di kantong masyarakat yang setiap hari bergantung pada kebutuhan dapur.

Beberapa komoditas yang paling terasa kenaikannya di antaranya cabai merah, bawang merah, minyak goreng, hingga daging ayam. Bagi banyak keluarga, perubahan harga sekecil apa pun tetap memengaruhi pengeluaran harian, terutama ketika kebutuhan selama Ramadan cenderung meningkat dibanding hari biasa.

Berdasarkan pemantauan harga pangan nasional, harga cabai merah rata-rata berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram dan mengalami kenaikan lebih dari 20 persen dibanding periode sebelumnya. Sementara bawang merah tercatat berada di kisaran Rp41 ribu per kilogram, juga mengalami peningkatan cukup signifikan.

Kondisi ini membuat sebagian warga harus lebih cermat mengatur pengeluaran rumah tangga. Banyak keluarga mulai menyesuaikan daftar belanja agar kebutuhan sahur dan berbuka tetap terpenuhi tanpa membuat pengeluaran membengkak.

Pedagang di pasar tradisional mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak permintaan masyarakat meningkat selama Ramadan. Aktivitas memasak di rumah yang lebih sering, ditambah kebutuhan pedagang makanan untuk berjualan takjil dan menu berbuka, membuat permintaan bahan pangan meningkat cukup tajam.

Cabai menjadi salah satu komoditas yang paling cepat mengalami kenaikan harga. Bahan ini hampir selalu digunakan dalam berbagai masakan rumahan, sehingga ketika harganya naik, dampaknya langsung terasa di dapur warga.

Selain cabai, minyak goreng juga mengalami peningkatan harga. Komoditas ini menjadi kebutuhan penting selama Ramadan, terutama untuk menggoreng berbagai makanan seperti gorengan yang banyak dijual menjelang waktu berbuka puasa.

Selain meningkatnya permintaan, faktor distribusi juga turut memengaruhi harga di pasar. Cuaca yang tidak menentu di beberapa daerah sentra produksi dapat memengaruhi hasil panen, terutama untuk komoditas sayuran seperti cabai.

Ketika hasil panen menurun atau distribusi terhambat, pasokan ke pasar menjadi terbatas sehingga harga cenderung meningkat. Biaya transportasi dari daerah penghasil menuju pasar juga kerap menjadi faktor yang memengaruhi harga jual di tingkat pedagang.

Sejumlah warga mengaku kini harus lebih bijak dalam mengatur belanja rumah tangga. Sebagian mulai mengurangi pembelian bahan tertentu atau mencari alternatif bahan makanan yang lebih terjangkau.

Bagi keluarga dengan penghasilan terbatas, kenaikan harga bahan pokok sekecil apa pun tetap terasa berat. Apalagi selama Ramadan kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat untuk menyiapkan makanan sahur dan berbuka bagi seluruh anggota keluarga.

Masyarakat berharap pemerintah terus memantau kondisi harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar tetap aman. Langkah pengawasan distribusi hingga operasi pasar dinilai penting untuk menjaga harga tetap stabil selama bulan Ramadan.

Bagi banyak warga, Ramadan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga kebersamaan di meja makan bersama keluarga. Karena itu, stabilitas harga sembako menjadi harapan agar masyarakat dapat menjalani bulan suci dengan lebih tenang hingga Hari Raya nanti. (*)

BACA JUGA:Indomaret Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Bumi Restu di Momen Grand Opening

Kategori :