RADARTVNEWS.COM – Harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan ini terjadi imbas meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mengganggu rantai distribusi minyak mentah global.
Dilansir dari CNN Bussiness, Harga minyak naik hingga 12% menjadi kisaran $80 per barelnya tanggal 2 Maret 2026. Lonjakan harga yang terjadi cukup signifikan dimana per tanggal 27 Februari 2026 harga minyak berada di $73 per barelnya.
Analis industri memprediksi harga minyak dapat melonjak hingga $100 per barel dikarenakan kecakauan, kekosongan kekuasaan, dan penutupan jalur laut yang berkepanjangan.
Kenaikan harga ini dipicu oleh eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang menyebabkan gangguan pada salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia, yaitu Selat Hormuz.
Hal ini didukung dengan laporan tingginya aktivitas militer di kawasan yang membuat kapal tanker tak dapat melintasi selat tersebut. Jika terjadi dalam jangka waktu panjang, hal ini tentunya dapat memberi dampak signifikan bagi keseimbangan pasokan dan permintaan minyak global.
Iran sebagai salah satu produsen minyak terbesar di dunia memegang peran penting dalam kestabilan harga minyak dunia.
Menurut data dari OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) Iran setiap tahunnya mengekspor 209 juta barel minyak mentah, yaitu sebanyak 13% dari cadangan minyak global.
Berhentinya pasokan minyak dari Iran akibat terhambatnya Selat Hormuz akan memberikan dampak yang signifikan pada jumlah minyak mentah yang beredar di pasar global.
Merespon situasi ini, OPEC dan sekutunya mengatakan akan meningkatkan produksi minyak mentah sebanyak 206 ribu barel per harinya setelah menunda produksi pada awal tahun.
Pada quartal ke empat, OPEC telah menambah produksi sebanyak 137 barel per harinya.
Perdagangan minyak Asia diprediksi dapat mengalami kekosongan jika penutupan Selat Hormuz terjadi berkepanjangan. Pasalnya 80% perdagangan minyak yang melewati Selat Hormuz dikirim menuju Asia.
Salah satu konsumen terbesar dari minyak yang dijual melalui Selat Hormuz adalah China yang mengimpor 4.6 juta barel per harinya.
Kenaikan harga minyak dunia diperkirakan tidak hanya berdampak pada industri global. Harga BBM (Bahan Bakar Minyak) juga turut berpotensi terkena imbas dari naiknya harga minyak di tren pasar Internasional.
Tekanan terhadap anggaran energi dan potensi kenaikan harga BBM domestik menjadi risiko yang perlu diantisipasi pemerintah. (*)