Tel Aviv Membara! Iran Kirim Serangan Balasan

Minggu 01-03-2026,18:22 WIB
Reporter : Ardi Joe
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM - Malam di Tel Aviv berubah menjadi kepanikan ketika sirene meraung tanpa henti. Beberapa detik kemudian, dentuman keras mengguncang pusat kota. Cahaya kilatan di langit disusul getaran yang terasa hingga ke permukiman padat penduduk. Ini menandai dimulainya serangan rudal besar-besaran yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel.

Ledakan terdengar di jantung kota, memicu kepanikan luar biasa. Warga berlarian mencari perlindungan, sebagian masuk ke bunker bawah tanah, sebagian lainnya bersembunyi di ruang aman di dalam apartemen mereka. Otoritas setempat kemudian mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam serangan tersebut.

Seorang wanita dilaporkan tewas akibat hantaman proyektil. Tim medis bergerak cepat menuju lokasi, namun luka yang diderita korban terlalu parah untuk diselamatkan. Pemerintah Israel menyebut insiden ini sebagai korban jiwa pertama sejak eskalasi ketegangan pascaserangan akhir pekan lalu.

Militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara telah berupaya mencegat rudal-rudal yang masuk. Beberapa berhasil dihancurkan di udara, namun sebagian lainnya tetap lolos dan menimbulkan ledakan di sejumlah titik. Fragmen proyektil dilaporkan merusak bangunan dan kendaraan di kawasan permukiman.

Serangan ini disebut sebagai respons langsung Teheran atas operasi militer Israel sebelumnya yang menyasar sejumlah titik strategis di wilayah Iran. Aksi tersebut memicu kemarahan pemerintah Iran yang berjanji akan memberikan balasan setimpal. Kini, janji itu menjelma menjadi hujan rudal yang menghantam pusat pertahanan dan ekonomi Israel.

BACA JUGA:Serangan Amerika-Israel Hantam Sekolah, 51 Orang Tewas dan 60 Lainnya Luka-luka

BACA JUGA:Ayatollah Ali Khamenei Meninggal, Iran-Irak Tetapkan Hari Berkabung Nasional

Di tengah ketegangan, aparat keamanan Israel meningkatkan status siaga ke level tertinggi. Pergerakan udara dipantau ketat, sementara pasukan tambahan dikerahkan untuk mengantisipasi gelombang serangan berikutnya. Warga diminta tetap berada di dekat tempat perlindungan dan mengikuti instruksi darurat.

Namun dampak serangan ini tak hanya terlihat pada bangunan yang rusak. Trauma psikologis membekas kuat. Anak-anak menangis dalam dekapan orang tua mereka di bunker sempit, sementara lansia berusaha menenangkan diri di tengah suara ledakan yang masih terdengar dari kejauhan.

Dunia internasional mulai menyuarakan kekhawatiran atas eskalasi yang kian tak terkendali. Konflik antara Iran dan Israel kini memasuki fase paling berbahaya, dengan korban sipil menjadi harga yang paling menyayat hati.

Peristiwa di Tel Aviv menjadi pengingat pahit bahwa dalam setiap konfrontasi militer antarnegara, rakyat biasa kerap menjadi pihak yang paling rentan. Dan malam itu, di bawah langit yang diterangi kilatan rudal, kawasan Timur Tengah kembali berdiri di ambang ketidakpastian yang lebih dalam. (*)

Kategori :