Infak bahkan bisa 700 kali lipat, sebagaimana disebut dalam Al-Baqarah ayat 261.
“Kalau cuma kerja kumpulin harta, apa bedanya dengan yang tidak beriman?” sindir beliau.
Ramadan adalah puncaknya. Tapi latihannya dimulai sekarang.
BACA JUGA:Puasa Tetap Produktif? Ini Kebiasaan Kecil yang Bisa Dicoba Anak Muda
2. Qiraah: Perbanyak Bacaan, Tapi Perbaiki Kualitas
Amalan berikutnya adalah interaksi dengan Al-Qur’an.
UAH membaginya menjadi tiga:
Qiraah (membaca), Tilawah (memahami), dan Tahfidz (menghafal).
Langkah pertama: perbaiki bacaan.
Jangan mengejar khatam tapi tajwid berantakan. Belajar dulu membaca dengan benar. Menariknya, dalam hadis riwayat Tirmidzi, orang yang terbata-bata membaca Al-Qur’an justru mendapat dua pahala: pahala bacaan dan pahala perjuangan.
Setiap huruf bernilai 10 pahala.
Di bulan Ramadan? Dikalikan lagi.
Bayangkan satu ayat bisa menutup puluhan dosa.
Tak heran, Nabi Muhammad SAW minimal mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap Ramadan. Imam Syafi’i bahkan dua kali sehari selama Ramadhan.
Pertanyaannya bukan “mampu atau tidak”, tapi “mau atau tidak”.
3. Tilawah: Bukan Hanya Dibaca, Tapi Dipahami