RADARTVNEWS.COM - Bagi gen Z, pakaian bukan sekedar penutup tubuh, melainkan “bahasa” visual yang paling jujur.
Belakangan Fenomena OOTD (Outfit Of The Day) telah bergeser dari sekedar pamer baju menjadi alat komunikasi identitas, kepercayaan diri, hingga pernyataan politik.
Di era media sosial, penampilan visual menjadi mata uang sosial yang sangat berharga bagi gen z. OOTD bukan hanya soal estetika, tetapi tentang bagaimana mereka ingin dilihat oleh dunia.
Melalui padu padan busana, Gen Z mengekspresikan nilai nilai mereka, mulai dari dukungan terhadap sutainable fashion (pakaian berkelanjutan) hingga pendobrakan standar gender melalui genderless fashion.
Namun, fenomena ini bagaikan pisau bermata dua, di satu sisi Meningkatkan kreativitas dan rasa percaya diri, di sisi lain menciptakan tekanan sosial untuk selalu tampil baru dan berada di Setiap unggahan.
Berikut 4 pengaruh utama OOTD bagi Gen Z:
1. Validasi Sosial Dan Kepercayaan Diri
Mendapatkan respon positif melalui unggahan OOTD memberikan dorongan dopamine yang Meningkatkan kepercayaan diri. Bagi banyak Gen Z, pakaian adalah baju zirah yang membuat mereka merasa siap menghadapi tantangan hari itu.
BACA JUGA:Tren Fashion 2026: Gaya Simpel, Nyaman, dan Penuh Makna
2. Media Branding Diri (Self Expression)
OOTD adalah cara termudah untuk membangun personal branding. Apakah mereka seorang yang edgy, minimalist, atau menyukai vintage/thrifting, semua dikomunikasikan melalui foto OOTD.
3. Ekonomi Kreatif & Thrifting Culture
Gen Z memopulerkan Budaya Thrifting. Bagi mereka, memakai baju bermerek bukanlagi segalanya yang penting adalah kemampuan memadupadankan (styling) pakaian unik agar terlihat mahal dan beda.
4. Dampak Psikologis: “FOMO” dan konsumerisme
Ada tekanan tersendiri untuk tidak memakai baju yang sama berkala-kali di instagram (outfit repeating). Hal ini memicu perilaku belanja implusif pada merek fast fashion yang murah namun berdampak buruk bagi Lingkungan.