Cara Menghormati Perempuan Masuk Kurikulum di Sekolah Inggris?

Selasa 03-02-2026,12:32 WIB
Reporter : MG Uswatun Chasanah
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM - Kasus kekerasan berbasis gender semakin terus meningkat, hal ini membuat banyak orang sadar bahwa masalah ini tidak bisa hanya diselesaikan jika sudah terjadi, melainkan perlu adanya pencegahan dari awal.

Salah satu solusinya ialah dengan bagaimana seorang anak laki-laki dibesarkan, diajarkan bagaimana memandang perempuan dengan perspektif yang positif serta memahami relasi sejak kecil. Oleh sebab itu, Inggris mulai mengambil Langkah serius dengan memasukkan pendidikan tentang sikap bagaimana menghormati perempuan ke dalam kurikulum sekolah.

Bukan hanya sebagai teori moral, melainkan sebagai bagian nyata dari pembentukan karakter remaja laki-laki agar mereka tumbuh dengan pemahaman yang sehat tentang Batasan, empati dan juga tanggung jawab dalam hubungan sosial maupun personal.

Menurut laporan BBC guru-guru di Negara Inggris akan mendapatkan pelatihan khusus mengenali sekaligus menangani sikap merendahkan perempuan di kelas. Pada akhirnya, sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga sebagai ruang penting untuk membentuk pola pikir yang lebih adil dan manusiawi.

Berikut beberapa poin penting dalam pelatihan khusus guru dalam kurikulum ini:

1. Mengajarkan persetujuan

Seorang siswa laki-laki diajarkan bahwa setiap orang, termasuk perempuan, punya hak penuh atas tubuh, perasaan, dan Keputusan mereka sendiri. Mereka akan belajar bahwa  ‘diam’ bukan berarti setuju, dan juga tekanan emosional atau sosial tetap termasuk bentuk pelanggaran batas.

2. Risiko menyebarkan Foto atau Video Intim 

Dampak dari menyebarkan foto atau video intim sangat lah parah sehingga dapat membuat korban depresi dan gangguan Kesehatan mental lainnya.

Melalui edukasi ini, siswa diajak memahami bahwa tindakan tersebut bukan hanya tidak etis, tetapi juga bisa berujung konsekuensi hukum.

3. Cara menepis mitos Tidak Sehat Tentang Perempuan dan Relasi

Dengan persepsi bahwa laki-laki harus selalu dominan, membuka fakta bahwa hal itu tidak benar adanya. Memberi pemahaman bahwa hubungan yang sehat dibangun dari rasa saling menghormati, komunikasi jujur, dan kesetaraan.

4. Mengenalkan Figur Teladan Laki-laki yang Positif 

Sekolah mengenalkan figur laki-laki teladan yang menunjukkan bahwa maskulinitas tidak harus identik dengan dominasi, kemarahan, kontrol terhadap perempuan.

Maskulinitas bisa diwujudkan lewat empati, keberanian menghargai batasan, serta kemampuan mengelola emosi dengan sehat.

Kategori :