Pahlavi, yang dikenal dekat dengan Amerika Serikat dan Israel, mendorong warga Iran untuk terus turun ke jalan, menguasai kota-kota, dan menggulingkan pemerintahan. Ia bahkan berjanji akan kembali ke Iran untuk mendukung para demonstran.
Di sisi lain, Khamenei dan jajaran pemerintah Iran tetap meyakini bahwa demonstrasi ini tidak lepas dari campur tangan Amerika Serikat, yang dituding menunggangi ketidakpuasan rakyat demi melemahkan Teheran. (*)