Beberapa netizen bahkan menjadikan kalimat 'Jangan mati sebelum ke Banda Neira' sebagai candaan populer di kalangan pekerja di Maluku.
Keindahan alam Banda Neira memang tak bisa dipisahkan dari sejarahnya.
Selain dikenal dengan peninggalan masa kolonial seperti Benteng Belgica dan rumah pengasingan tokoh nasional, Banda Neira juga menawarkan wisata bahari yang luar biasa.
Terumbu karangnya masih terjaga alami, menjadikan kawasan ini surga bagi penyelam dari berbagai negara.
Tak heran jika warganet memberikan berbagai komentar positif.
“tenangnya liat pemandangan banda,” komentar akun TikTok @Atou***.
Bagi wisatawan yang ingin datang, waktu terbaik berkunjung adalah antara Oktober hingga Maret, saat cuaca cerah dan laut tenang.
Datang pagi atau menjelang sore akan memberikan pencahayaan terbaik untuk menikmati panorama dari bawah pohon. Pengunjung diimbau tetap berhati-hati, karena lokasi ini berada di tepi tebing dengan jalur tanah yang agak menanjak.
Viralnya Pohon Sejuta Umat membuktikan bahwa pesona Banda Neira bukan hanya soal sejarah rempah, tetapi juga keindahan alam yang masih murni. Pulau kecil di Maluku ini kini tak lagi sekadar tempat bersejarah, melainkan destinasi impian bagi siapa pun yang mencari ketenangan dan keindahan sejati.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru Bernilai Rp380 Miliar