Hamil 7 Bulan, Atlet Venezuela Joselyn Brea Tuntaskan Lomba Lari 10 Km

Selasa 28-10-2025,10:47 WIB
Reporter : MG - Alfi Sahrin
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM – Dalam kondisi kehamilan yang biasanya membuat sebagian besar perempuan harus banyak beristirahat karena cepat lelah dan rentan mengalami perubahan fisik, hal itu tampaknya tidak berlaku bagi atlet asal Venezuela, Joselyn Brea. Dengan semangat luar biasa, perempuan tangguh ini justru menorehkan prestasi mengagumkan di tengah kehamilannya yang sudah memasuki usia tujuh bulan berhasil menuntaskan lomba lari sejauh 10 kilometer.

Brea, yang telah mewakili Venezuela di berbagai ajang internasional, memilih tetap berpartisipasi dalam lomba 10 km sambil mengandung. Dalam siaran resmi Centro Caribe Sports, ia menempuh rute tersebut dengan catatan waktu 40 menit 31 detik, sebuah pencapaian luar biasa bahkan bagi pelari profesional yang sedang tidak hamil.

BACA JUGA:Krisdayanti Sukses Raih Medali Perak pada Kejuaraan Dunia Wushu 2025 di China

Momen ini menarik perhatian publik di dunia olahraga dan menjadi inspirasi bagi banyak kaum wanita. Keputusan Brea untuk berlari di usia kehamilan tujuh bulan tentu bukan tanpa pertimbangan. Ia dibimbing oleh pelatih dan tim medis untuk menjaga kondisi fisiknya, menyesuaikan intensitas latihan, serta mendengarkan sinyal tubuhnya selama lomba. Hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan adaptasi dalam aktivitas olahraga selama kehamilan.

Aksi Brea mendapatkan sambutan luas, bukan hanya di komunitas olahraga tetapi juga dari masyarakat umum. Ia dianggap sebagai simbol motivasi bahwa perempuan bisa tetap produktif dan aktif meski menjalani kehamilan, selama dilakukan dengan aman dan penuh kesadaran.

 BACA JUGA:Mattel Hadirkan Barbie Bertema Sport, Perempuan Atlet Rugby Jadi Inspirasi Global Anak Perempuan

Meski menarik, kita tetap perlu memperhatikan bahwa tiap kehamilan bersifat unik dan perlu pendekatan yang berbeda. Aktivitas fisik tinggi seperti lari panjang perlu dilakukan berdasarkan persetujuan medis, terutama untuk mempertimbangkan kondisi ibu dan janin. Bagi Brea, kunci keberhasilan adalah keseimbangan antara latihan, istirahat, dan adaptasi gaya hidup.

Lewat aksinya, Brea mengirim pesan bahwa kehamilan bukan sekadar fase pasif, namun juga bisa menjadi momen penuh prestasi dan makna. Ia menunjukkan bahwa dengan dukungan, penyesuaian, dan tekad, perempuan bisa terus mengejar impian mereka bahkan saat membawa “dua hati dalam satu tubuh”.

Kategori :