Cengkih Ekspor Terpapar Cs-137, Lampung Bergerak Hati-Hati Ikuti Arahan Pusat

Kamis 16-10-2025,19:11 WIB
Reporter : Prima Imansyah Permana
Editor : Jefri Ardi

Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Cs-137, Bara Krishna Hasibuan, menyampaikan dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta, Senin, 13 Oktober 2025, bahwa tim gabungan telah meninjau tiga lokasi pengolahan cengkih di Surabaya.

“Dari hasil pemeriksaan, bahan baku cengkih berasal dari dua daerah, yakni Pati, Jawa Tengah, dan Lampung. Kami dapat mengonfirmasi adanya kontaminasi di perkebunan Lampung,” ujarnya.

Bara memastikan bahwa kontaminasi tersebut terbatas dan tidak menyebar ke wilayah atau komoditas lain. Meski demikian, pemerintah mengambil langkah tegas dengan menahan sementara peredaran produk cengkih yang terindikasi terpapar radioaktif.

“Satgas bersama Bapeten merekomendasikan agar produk cengkih yang terindikasi terkontaminasi tidak diperjualbelikan sementara, sampai hasil uji laboratorium lebih lanjut keluar,” jelas Bara.

Tim investigasi kini tengah menelusuri sumber utama kontaminasi di Lampung, dengan upaya cepat melokalisir area terdampak agar tidak menyebar lebih luas.

“Kami mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap tenang. Pemerintah akan terus memberikan informasi terbaru secara terbuka,” tutup Bara.

Kasus ini bermula setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menemukan jejak zat radioaktif Cs-137 pada produk cengkih asal Indonesia yang dikirim oleh PT NJS, sehingga impor rempah dari perusahaan tersebut diblokir.

Ini merupakan kasus kedua dalam beberapa bulan terakhir terkait dugaan paparan radioaktif pada produk ekspor Indonesia, setelah sebelumnya ditemukan Cs-137 pada udang beku.

Pemerintah kini fokus melakukan mitigasi dan penelusuran untuk memastikan keamanan pangan nasional sekaligus memulihkan kepercayaan pasar ekspor. (*)

Kategori :