“Pada sesi Doa Kebangsaan itulah para pemimpin agama diberi kesempatan memimpin doa secara bergiliran sesuai keyakinannya masing-masing, termasuk dari kalangan Kristen. Jadi bukan pastor yang memimpin doa pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” tegas Syafitri pada Sabtu, 6 September 2025.
BACA JUGA:Sri Mulyani Diganti Purbaya Yudi Sadewa, Prabowo Lakukan Reshuffle 5 Menteri
Wujud Syukur dan Doa untuk Bangsa
Lebih lanjut, Syafitri menjelaskan bahwa acara Istighasah dan Doa Kebangsaan merupakan bagian dari upaya mendoakan bangsa agar tetap aman, damai, dan kondusif. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kondusifnya situasi di Sumatera Selatan, termasuk saat aksi mahasiswa beberapa waktu lalu berlangsung damai.
“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk syukur kita bahwa masyarakat Sumsel terbukti cinta damai. Harapannya, situasi seperti ini bisa terwujud di seluruh wilayah Indonesia,” tambahnya.
Dihadiri Tokoh Nasional dan Lintas Agama
Acara Doa Kebangsaan tersebut juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain:
• Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin
• Gubernur Sumsel H. Herman Deru
• Duta Besar Republik Seychelles Nico Barito
• Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai
• Anggota DPD RI Jialyka Maharani
• Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang
• Sekjen DPD RI Komjen Pol. M. Iqbal
• Forkopimda Sumsel
• Para pemimpin majelis agama dan organisasi kemasyarakatan