RADARTVNEWS.COM - Perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat pola asuh anak di era digital mengalami banyak perubahan.
Gadget dan media sosial kini menjadi bagian dari keseharian, bukan hanya untuk orang dewasa, tapi juga anak-anak dan remaja. Kondisi ini menuntut orang tua lebih adaptif dalam mendidik sekaligus melindungi buah hati mereka.
BACA JUGA:Apakah Teknologi Membantu atau Menggantikan Manusia di Dunia Kerja?
Salah satu tantangan terbesar adalah derasnya arus informasi. Anak-anak bisa dengan mudah mencari jawaban apa pun melalui internet, bahkan untuk topik sensitif sekalipun.
Jika orang tua tidak siap berdialog dan memberikan arahan, anak cenderung mencari informasi sendiri yang belum tentu benar.
Di sinilah komunikasi dua arah menjadi kunci penting dalam pola pengasuhan saat ini. Bukan sekadar memberi larangan atau aturan, orang tua perlu hadir sebagai teman diskusi.
Dengan membuka ruang komunikasi yang sehat, rasa percaya antara anak dan orang tua bisa terbangun.
Hasilnya, anak lebih mudah diarahkan pada sumber informasi yang tepat dan aman. Selain soal komunikasi, faktor ekonomi keluarga juga berperan besar dalam membentuk pola asuh yang baik.
Banyak masalah sosial, seperti pernikahan dini, kekerasan dalam rumah tangga, hingga putus sekolah, sering kali berawal dari kondisi ekonomi yang lemah.
Karena itu, pemberdayaan keluarga khususnya perempuan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan rumah tangga.
Perempuan yang mandiri secara finansial memiliki ruang lebih besar untuk mengambil keputusan, mendukung pendidikan anak, dan menjaga stabilitas keluarga.
Parenting di era digital menuntut orang tua tidak hanya peka terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga siap menghadapi tantangan ekonomi dan sosial yang menyertainya.
Dengan komunikasi yang terbuka, pemahaman digital yang baik, dan dukungan finansial yang stabil, keluarga bisa menjadi benteng utama dalam melindungi generasi muda dari dampak negatif perkembangan zaman.
BACA JUGA:Peran Keluarga Jadi Kunci Utama Cegah Kenakalan Remaja