RADARTVNEWS.COM - Provinsi Lampung, yang terletak di ujung selatan Pulau Sumatera, tak hanya dikenal dengan keindahan alamnya seperti Taman Nasional Way Kambas dan Pantai Tanjung Lesung. Lebih dari itu, Lampung memiliki warisan budaya yang sangat kaya, salah satunya yang paling menonjol dan dikenal luas di seluruh Indonesia bahkan mancanegara adalah baju adatnya. Dari setiap helai tenun dan ornamen yang menghiasinya, terpancar sejarah panjang, filosofi mendalam, serta keagungan tradisi masyarakat Lampung, terutama melalui ikoniknya "Siger".
Baju adat Lampung pada umumnya dapat dibedakan menjadi dua jenis utama yang merepresentasikan kelompok etnis terbesar di sana: Lampung Pepadun dan Lampung Saibatin. Meskipun memiliki ciri khas masing-masing, keduanya sama-sama menampilkan kemewahan dan keanggunan, seringkali didominasi warna-warna cerah seperti merah, emas, dan perak, serta dihiasi dengan sulaman benang emas yang rumit dan payet berkilau. Keagungan "Siger": Mahkota Emas Kebanggaan Lampung Elemen yang paling ikonik dan menjadi ciri khas tak terpisahkan dari baju adat Lampung adalah "Siger". Ini adalah mahkota megah berbentuk lancip yang terbuat dari lempengan kuningan atau tembaga berlapis emas, seringkali dihiasi dengan motif pucuk rebung atau bunga. Siger dikenakan oleh pengantin wanita pada upacara adat pernikahan, dan menjadi simbol kebesaran, kemuliaan, serta status sosial. Siger bukan sekadar perhiasan kepala biasa. Bentuk lancipnya diyakini melambangkan kekuatan dan martabat perempuan Lampung. Jumlah cabang pada siger pun memiliki makna tersendiri, dengan Siger Pepadun yang biasanya memiliki sembilan atau tujuh cabang, dan Siger Saibatin yang umumnya memiliki tiga cabang, masing-masing merepresentasikan filosofi dan nilai-nilai adat yang berbeda dalam komunitasnya. Detail Pakaian Adat Lampung Pepadun dan Saibatin Pakaian Adat Lampung Pepadun: Pakaian adat Pepadun seringkali didominasi warna merah, hitam, dan emas. Untuk wanita, selain siger, mereka mengenakan baju kurung atau kebaya yang dihiasi sulaman benang emas, kain tapis yang melilit pinggang hingga kaki, serta berbagai perhiasan seperti kalung, gelang, dan selempang. Laki-laki mengenakan celana panjang, baju lengan panjang, dan peci yang dihiasi taja kopiah atau ikat kepala. BACA JUGA:Mengenal Lampung: Dari Siger Emas hingga Pesta Sekura yang Penuh Makna Pakaian Adat Lampung Saibatin: Pakaian adat Saibatin umumnya lebih kaya warna dengan dominasi merah, kuning, hijau, dan biru. Wanita mengenakan baju kebaya atau baju kurung dengan kain tapis yang lebih bervariasi motifnya, serta perhiasan lengkap. Pria mengenakan celana panjang, baju lengan panjang, dan seringkali menggunakan sarung tumpal atau kain khas Lampung lainnya yang dililitkan di pinggang. Kain Tapis: Jejak Seni Tenun yang Memukau Tidak hanya siger, kain tapis juga merupakan elemen penting dari baju adat Lampung yang telah mendunia. Tapis adalah kain tenun tradisional Lampung yang dibuat dengan teknik sulam benang emas atau perak di atas kain dasar katun. Motif-motif pada tapis sangat beragam, mulai dari motif flora, fauna, hingga motif geometris yang sarat makna filosofis. Kain tapis tidak hanya digunakan sebagai bagian dari busana adat, tetapi juga sebagai cindera mata dan koleksi seni yang bernilai tinggi. Melestarikan Warisan Budaya untuk Generasi Mendatang Meskipun zaman terus berkembang, masyarakat Lampung secara aktif melestarikan tradisi busana adat mereka. Baju adat lengkap dengan siger dan tapis masih setia dikenakan dalam berbagai upacara adat penting, seperti pernikahan, begawi (pesta adat), dan acara resmi lainnya. Upaya pelestarian ini tidak hanya dilakukan oleh sesepuh adat, tetapi juga generasi muda yang mulai tertarik untuk mempelajari dan mewarisi keterampilan menenun tapis serta memahami makna di balik setiap ornamen adat. Baju adat Lampung, dengan kemegahan siger dan keindahan tapisnya, adalah cerminan dari kekayaan budaya Indonesia yang patut kita banggakan. Mengenal Lampung dari baju adatnya adalah menyelami peradaban yang agung, kearifan lokal yang mendalam, dan semangat pelestarian yang tak lekang oleh waktu. Ini adalah undangan bagi siapa saja untuk lebih dekat dengan Lampung, tak hanya sekadar sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan yang tak ada habisnya untuk dieksplorasi. BACA JUGA:Pemprov Lampung Kenalkan Dua Pakaian Adat Budaya LampungMengenal Lampung: Kekayaan Budaya yang Terpancar dari Baju Adat yang Mendunia
Rabu 20-08-2025,19:25 WIB
Reporter : MG 15 - Dika Fitrian
Editor : Jefri Ardi
Kategori :
Terkait
Kamis 09-04-2026,12:37 WIB
Kamis Beradat Jadi Cara Baru Lampung Jaga Budaya di Tengah Modernisasi
Kamis 04-09-2025,21:31 WIB
Bahasa Lampung Terancam Punah, Pemerintah dan Sekolah Bergerak Cepat
Rabu 20-08-2025,19:25 WIB
Mengenal Lampung: Kekayaan Budaya yang Terpancar dari Baju Adat yang Mendunia
Rabu 20-08-2025,18:40 WIB
Mengenal Lampung: Dari Siger Emas hingga Pesta Sekura yang Penuh Makna
Kamis 14-08-2025,18:14 WIB
Menilik Kearifan Lokal Adat Budaya dari Bumi Ruwa Jurai
Terpopuler
Selasa 02-06-2026,21:24 WIB
Indonesia-Qatar Makin "Intim", Perjanjian Kerjasama Pertahanan Diperkuat
Selasa 02-06-2026,21:24 WIB
Polda Lampung Ekspose Ungkap Kasus C3, Ratusan Kendaraan Bermotor Hasil Curian Berhasil Diungkap
Selasa 02-06-2026,21:23 WIB
Manfaatkan Keringanan PKB, Wagub Minta Dimaksimalkan
Selasa 02-06-2026,18:56 WIB
Daftar 20 SMA Terbaik Lampung Berdasarkan Kelulusan SNBT 2026, SMA Al Kautsar Pimpin Peringkat
Selasa 02-06-2026,21:10 WIB
KPK Terus Dalami Kasus Pita Cukai Bea Cukai, Pemeriksaan Haji Suryo Tunggu Pemulihan Kesehatan
Terkini
Rabu 03-06-2026,15:50 WIB
Piala Dunia 2026 Semakin Dekat, Antusiasme Suporter di Seluruh Dunia Meningkat
Rabu 03-06-2026,15:39 WIB
Elite Politik Mulai Bidik Pemilih Muda, Media Sosial Jadi Arena Pertarungan Baru
Rabu 03-06-2026,15:27 WIB
Teknik Pengereman Mobil ABS dan Non-ABS yang Wajib Dipahami Pengemudi
Rabu 03-06-2026,14:25 WIB
Animasi AI Mulai Hadir di Televisi, Apakah Bisa Diterima Semua Kalangan?
Rabu 03-06-2026,14:24 WIB