RADARTVNEWS - Fenomena musik dari timur Indonesia kembali mencuat lewat lagu “Tabola Bale” yang dibawakan Silet Open Up bersama Jacson Zeran, Juan Reza, dan Diva Aurel. Dirilis pada April 2025, lagu ini langsung viral dan sudah ditonton puluhan juta kali di YouTube. Lebih dari sekadar musik penghibur, “Tabola Bale” mengangkat cerita cinta sederhana yang ternyata dekat dengan realita sosial masyarakat.
Sejak diluncurkan, Tabola Bale dengan cepat meraih perhatian publik berkat irama cepat, lirik yang ringan, serta tantangan tarian atau dance yang mudah diikuti. Lagu ini kemudian viral di TikTok, Instagram, hingga YouTube. Ribuan hingga jutaan pengguna media sosial ikut meramaikan tren tersebut dengan membuat video singkat menggunakan potongan lagu ini.
Dalam liriknya, ada penggambaran seorang kakak yang tiba-tiba jatuh hati kepada seorang “ade-nona” yang dulu biasa saja, namun kini tampil jauh lebih menarik setelah kembali dari rantau. Kalimat seperti “Kaka tabola-bale lia ade nona e” dan “Ade bikin kaka mete, tidur malam bola-bale” merefleksikan gejolak hati yang tiba-tiba muncul ketika melihat perubahan orang yang dulu dikenal. Kisah ini sebenarnya sangat relevan di kehidupan sehari-hari, khususnya di masyarakat daerah yang kerap merasakan fenomena “jatuh cinta lagi” setelah seseorang pulang dari perantauan dengan versi dirinya yang baru.
BACA JUGA:5 Film Studio Ghibli yang Paling Ikonik, Segera Bisa Disaksikan di Layar Lebar
Tidak sedikit anak muda perantau yang kembali dengan penampilan lebih percaya diri, cara berpikir lebih matang, dan posisi sosial yang lebih baik. Situasi ini sering menimbulkan perasaan baru bagi orang-orang di sekitarnya. “Tabola Bale” dengan cerdas menangkap momen itu, menjadikannya bahan lirik yang ringan namun mengena. Lewat musik, pengalaman sosial yang umum dialami masyarakat jadi terasa lebih dekat, hangat, sekaligus menghibur.
Fenomena lagu “Tabola Bale” membuktikan bahwa musik bisa menjadi jembatan antara hiburan dan refleksi kehidupan nyata. Banyak warganet mengaku merasa terwakili oleh kisah dalam lirik, terutama mereka yang pernah mengalami cinta setelah sekian lama berpisah. Bagi sebagian orang, kisah itu menghadirkan nostalgia, bagi yang lain mungkin justru menjadi motivasi untuk lebih berani mengungkapkan perasaan.
Popularitas “Tabola Bale” juga menunjukkan bagaimana lagu dengan nuansa lokal bisa menembus batas geografis. Lirik yang sederhana, ditambah irama timur yang enerjik, membuat lagu ini mudah diterima di berbagai daerah. Bahkan saat dibawakan di Istana Merdeka pada peringatan HUT ke-80 RI, “Tabola Bale” sukses membuat Presiden hingga para tamu undangan ikut bergoyang. Hal ini menandakan bahwa cerita cinta yang sederhana, jika dikemas dengan cara autentik, bisa menyatukan semua kalangan.
Lebih jauh lagi, “Tabola Bale” menghadirkan pesan penting: cinta dan perubahan adalah bagian dari kehidupan sosial. Seseorang bisa saja terlihat biasa di masa lalu, namun berubah menjadi sosok yang memesona di masa kini. Lagu ini mengingatkan bahwa kehidupan selalu membuka kesempatan baru, termasuk dalam urusan hati.
Dengan kombinasi antara musik, humor, dan kisah cinta yang membumi, “Tabola Bale” tidak hanya menjadi tren sesaat, melainkan juga potret nyata bagaimana seni mampu menggambarkan dinamika sosial masyarakat Indonesia.
BACA JUGA:Harga Kopi Robusta di Lampung Barat Kembali Naik di Tengah Musim Panen, Petani Berharap Stabilitas