RADARTVNEWS.COM - Presiden terpilih, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan sengketa batas maritim dengan Malaysia secara damai. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas penolakan Malaysia terhadap istilah "Laut Ambalat" yang selama ini digunakan oleh Indonesia.
Dalam sebuah pernyataan, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintahannya akan memprioritaskan diplomasi untuk menyelesaikan perselisihan di wilayah yang kaya sumber daya ini. Meskipun Indonesia tetap mempertahankan klaim historisnya, ia menunjukkan sikap fleksibel dengan membuka opsi penggunaan terminologi netral.
"Kami akan terus berkomitmen menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi," ujar Prabowo. "Jika Malaysia merasa keberatan dengan istilah 'Laut Ambalat' karena tidak diakui dalam hukum internasional, kami terbuka untuk menggunakan terminologi yang netral agar penyelesaian sengketa dapat berjalan lebih cepat."
Sikap akomodatif ini diharapkan dapat mencairkan ketegangan dan mempercepat proses negosiasi. Wilayah perairan Ambalat, yang berbatasan langsung dengan Malaysia, dikenal memiliki potensi cadangan minyak dan gas bumi yang sangat besar. Penyelesaian sengketa ini tidak hanya penting untuk menjaga kedaulatan, tetapi juga untuk memberikan kepastian hukum bagi aktivitas eksplorasi dan eksploitasi sumber daya di masa depan.
Latar Belakang Sengketa Ambalat
Sengketa di wilayah perairan Ambalat telah berlangsung selama beberapa dekade. Kedua negara, Indonesia dan Malaysia, sama-sama memiliki klaim atas wilayah tersebut. Sengketa ini kerap memicu ketegangan, termasuk insiden saling klaim dan patroli maritim.
BACA JUGA:Langka, MK Diminta Batalkan Putusan Sendiri soal Pemisahan Pemilu dan Pilkada
Sebelumnya, Malaysia berpendapat bahwa istilah Laut Ambalat tidak memiliki dasar dalam konvensi internasional dan tidak diakui secara hukum. Sikap terbuka dari Prabowo untuk mencari solusi kompromi dengan menggunakan nama yang lebih diterima oleh kedua pihak diharapkan dapat menjadi langkah maju yang signifikan dalam mengakhiri perselisihan ini.
Harapan bagi Diplomasi yang Produktif
Keputusan Presiden Prabowo untuk mengedepankan dialog dan kompromi disambut baik sebagai sinyal positif. Banyak pihak berharap langkah ini dapat membuka babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia-Malaysia, khususnya dalam menyelesaikan isu-isu sensitif terkait batas wilayah.
Dengan pendekatan yang damai dan pragmatis, kedua negara berpeluang untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan, menjaga stabilitas regional, dan memastikan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.