Jika Hari Konservasi Alam hanya dirayakan lewat unggahan media sosial dan seremoni simbolik, maka kabut asap akan terus jadi bayang-bayang tahunan di Sumatera. Langit merah itu adalah peringatan bahwa waktu kita untuk memperbaiki keadaan hampir habis. Kini saatnya mengubah narasi dari pembiaran menjadi perlindungan, dari pembakaran menjadi pemulihan. Hutan yang hilang bisa jadi tak kembali, tapi komitmen kita untuk menyelamatkan yang tersisa masih bisa menyala asal benar-benar dimulai, hari ini.