Berikut Catatan Sejarah Korea Selatan di Piala Asia U-23 :
2013: Peringkat Keempat
2016: Peringkat Kedua
2018: Peringkat Keempat
2020: Juara
2022: Perempat Final
Tak Kenal Kata Takut
Kapten Timnas Garuda Muda Rizky Ridho tampil dengan raut wajah penuh tekad. Baginya, pencapaian ini hanyalah batu loncatan, bukan garis akhir.
"Kita tidak boleh cepat puas," tegas Ridho, suaranya menggema di ruang ganti tim. Matanya berbinar, penuh semangat juang membara. "Target kita masih jauh di depan!"
Sejak awal turnamen, Garuda Muda telah menunjukkan tajinya. Meski berstatus debutan, mereka tak gentar menghadapi tim-tim kuat di Grup A.
Di bawah asuhan Shin Tae-yong, strategi matang dan semangat pantang menyerah dipadukan menjadi kekuatan dahsyat.
Hasilnya? Lolos ke perempatfinal dengan penuh gemilang! Kekalahan tipis dari Qatar terbayar dengan kemenangan meyakinkan atas Australia dan Yordania. Garuda Muda melambung tinggi, siap menantang rintangan selanjutnya.
Korea Selatan U-23 unggul dalam pengalaman dan jam terbang, mereka siap menghadang ambisi Garuda Muda.
Namun, Ridho dan kawan-kawan tak bergeming sedikitpun. "Kita tahu ini akan menjadi pertandingan berat," ujar Ridho.
"Tapi kami tidak takut. Kami akan berikan segalanya untuk Merah Putih!" sambungnya.
Semangat juang Ridho tak perlu diragukan lagi. Sebagai kapten, ia tak hanya memimpin di lapangan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya. Di matanya, Garuda Muda bukan sekadar tim sepak bola, melainkan lambang garuda yang siap menerjang badai.