radartvnews.com – Harga cabai di pasar di Provinsi Lampung saat ini terus melejit. harganya pun tidak stabil dan selalu berubah ubah setiap harinya. Dari mulai Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram. hal ini membuat sejumlah pedagang mengeluh karena selalu mendapatkan komplin dari pembeli. kenaikan hanga ini disebabkan berkurangnya pasokan barang dari para petani. Selain karena berkurangnya pasokan dari petani, kenaikan harga ini karena faktor cuaca yang tidak menentu, hingga diperkirakan harga cabe ini akan terus melambung. Menurut beberapa petani yang ada di Kabupaten Lampung Selatan, kenaikan harga cabai telah terjadi sejak beberapa hari yang lalu. hal ini disebabkan para petani mengalami gagal panen karena serangan virus kuning dan penyakit patek atau yang dikenal antraknosa yang hingga saat ini belum ada obatnya. Virus kuning menyerang bagian daun pohon cabai, akibatnya, tanaman tidak dapat menghasilkan buah dengan maksimal. sedangkan penyakit patek atau antraknosa menyerang bunga sehingga mengalami busuk buah// kedua virus ini muncul akibat faktor cuaca yang tidak menentu. Untuk meminimalisir penyebaran virus kuning dan penyakit patek atau antraknosa, petani pun melakukan berbagai macam cara. sarwo edi Warga Desa Lubuk, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan ini, menemukan pencegahan dengan metode tanam tumpang sari antara cabai dengan tomat. Dengan cara tumpang sari ini, dirasa cukup efektif. kedua virus ini, penyakit kuning dan penyakit antraknosa menyerang tanaman tomat yang kebal dengan berbagai macam virus. Dalam satu hektar hasil panen cabai mampu memperoleh 13 hingga 15 ton. sedangkan hasil panen tomat mampu mencapai 60 ton per hektar. jika kedua tanaman tersebut tidak terserang virus / hasil panen lebih besar 20 persen lebih besar. Sarwo Edi dan kelompok taninya menyarakan, agar seluruh petani cabai segera mencoba metode tumpang sari ini. dengan harapan kedepan indoenesia dapat menjadi swasembada cabai. (Ma’i/Jef)
Petani Cabai di Lamsel Pakai Metode Tumpang Sari
Selasa 10-01-2017,10:32 WIB
Reporter : redaksirltv
Editor : redaksirltv
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 24-10-2026,18:35 WIB
Proyek Dana SMI Ratusan Miliar Diawasi Ketat Tim Kejari Lamtim, Ada Kecurangan Siap Diproses Hukum
Sabtu 24-10-2026,13:36 WIB
Unik! Lima Makanan Tradisional Ini Punya Makna Kesehatan dan Umur Panjang
Sabtu 24-10-2026,15:20 WIB
Fenomena Shadowban dan Kekhawatiran Kreator terhadap Jangkauan Konten
Sabtu 24-10-2026,14:44 WIB
Jepang Sulap Sisa Potongan Mi Udon Jadi Bir, Inovasi Kuliner untuk Kurangi Limbah
Sabtu 24-10-2026,13:40 WIB
Siswi Meksiko Raih Emas di Indonesia Ciptakan Pemadam Api Suara
Terkini
Minggu 25-10-2026,11:21 WIB
DPR Minta Aparat Usut Dugaan Suap Izin Konsesi Lahan Terkait Karhutla
Minggu 25-10-2026,11:03 WIB
Prancis Kerahkan 70 Ribu Polisi Antisipasi Gelombang Demonstrasi Besar-besaran
Minggu 25-10-2026,10:57 WIB
Dukung Penanganan Karhutla di Kalbar, BRI Kirim Ratusan Pompa Air dan Bantuan Kesehatan
Minggu 25-10-2026,10:49 WIB
Biar Khidmat, Ini 4 Poin Penting yang Wajib Disampaikan MC Sebelum Prosesi Akad Nikah
Sabtu 24-10-2026,23:09 WIB