BANDARLAMPUNG- Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Rabu siang (17/5) kembali menggelar sidang mantan Direktur PT Karya Nusa Tujuh Indah Irwanti dengan agenda pembacaan tuntutan jaksa. Jaksa Penuntut Umum, menuntut terdakwa selama 9 tahun kurungan penjara serta denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. Serta membayar uang penganti Rp5,7 miliar jika tidak dibayar diganti pidana 4 tahun 6 bulan. Penasehat hukum terdakwa, Irwan Apriyanto mengatakan keberatan dengan tuntutan jaksa karena dana yang sudah dikeluarkan terdakwa untuk pembayaran kerugian negara serta tanah yang diserahkan seacara sukarela sebagai penganti kerugian negara tidak dihitung oleh jaksa. Diketahui terdakwa merupakan Direktur anak perusahaan dari PTPN 7 bergerak di bidang usaha peternakan sapi, didakwa jaksa telah melakukan penyelewengan setoran dari para konsumen PT KNT selama lima tahun bekerja sejak 2015 hingga 2020. Terdakwa sengaja menyarankan para konsumen untuk membayarkan tagihannya, melalui rekening pribadi milik terdakwa. Akibat perbuatanya, negara mengalami kerugian sebesar Rp5,7 miliar. Uang tersebut digunakan kegiatan investasi bursa berjangka di PT Monex sebesar Rp4,5 miliar dan PT Solid Gold Total sebesar Rp1,2 miliar. Tak hanya itu, terdakwa juga menggunakan uang hasil menjaminkan dua kendaraan operasional milik PT KNT.(lds/san)
Eks Direktur Anak Cabang PTPN 7 Dituntut Sembilan Tahun
Rabu 17-05-2023,21:05 WIB
Reporter : redaksirltv
Editor : redaksirltv
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 28-10-2026,17:40 WIB
Aksi 28 Oktober: 79 Angkot dan 18 Minibus Angkut Mahasiswa Menuju Bundaran HI
Rabu 28-10-2026,20:58 WIB
Demo 28 Oktober, Ini Deretan Artis yang Turun ke Jalan Kawasan Bundaran HI
Rabu 28-10-2026,23:25 WIB
Tertusuk Paku? Berikut Langkah Pertolongan Pertama untuk Mencegah Tetanus
Rabu 28-10-2026,21:15 WIB
Jelang Nataru, Stok Beras Bulog Capai 4,5 Juta Ton dan Aman Hingga 10 Bulan
Rabu 28-10-2026,23:22 WIB
Musim Hujan Mulai Tiba, Ini Tanaman yang Cocok Ditanam untuk Kebutuhan Dapur
Terkini
Kamis 29-10-2026,14:23 WIB
Pembalut Tak Bebas PPN, Pemerintah Terapkan Tarif Efektif 11 Persen
Kamis 29-10-2026,14:07 WIB
Pengawasan Cukai Rokok Jadi Sorotan usai KPK Geledah Bea Cukai Kudus dan PT Djarum
Kamis 29-10-2026,12:37 WIB
Rupiah Menguat 43 Poin, Pasar Merespons Keputusan Suku Bunga The Fed
Kamis 29-10-2026,12:29 WIB
BMKG Peringatkan Potensi Banjir di Pesawaran, Delapan Kecamatan Jadi Perhatian
Kamis 29-10-2026,07:22 WIB