Sembako Melambung, Harga Menu Tetap Dua bulan sudah, harga sejumlah sembako melambung. Ini berdampak terhadap omset pemilik usaha warung makan. Mereka mengaku tak bisa menaikan harga, karena bakal membuat pelanggan hengkang. Laporan Hendri Yansah , Bandarlampung Seperti Agus, pelaku usaha ayam geprek dan warung makan di kawasan Telukbetung ini. Mereka menjelaskan bahan baku seperti cabai rawit, cabai caplak dan minyak goreng serta daging ayam potong terus naik. Akibatnya, usaha harus mengeluarkan modal lebih. Agus salah satu pemilik warung ayam geprek di Jalan Setia Budi, Kuripan Bandarlampung, mengaku selama bahan pokok pembuatan ayam geprek naik dirinya tak pernah menaikan harga karena takut kehilangan pelanggan. Dia mengaku resah dengan kenaikan harga cabai dan ayam potong yang dianggapnya sudah melambung tinggi. Dia berharap pemerintah segera mengupayakan penawaran dan harga kebutuhan pokok saat ini. ''Kita yang usaha kecil baru mulai bangkit dari aturan PPKM malah dihantam sama harga - harga yang mahal. Mudah - mudahan harga sudah segera turun, karena aktifitas sekarang sudah mulai normal, dagangan makanan mulai jalan lagi,'' jelas pemilik usaha kecil ayam geprek ini. Tidak hanya usaha ayam geprek yang mengeluhkan kenaikan harga komoditas, warung dengan menu yang beragam ikut merasakan dampak dari kenaikan barang kebutuhan pokok ini. Seperti Mariyana, salahsatu pengelolaan warung makan di kawasan Jalan Hasanudin, Kangkung. Menurutnya harga cabai terus dan minyak goreng terus naik. Sebelum Natal belum lama ini, harga telur ayam negeri mulai naik dari harga normalnya dikisaran Rp20-24 ribu menjadi Rp26 ribu saat ini mencapai Rp33 ribu. Di pasar yang sama, harga cabai rawit menembus hingga Rp110 ribu per kilogramnya. "Beginilah kondisinya,' pelannya. Menurut dia, kenaikan harga komoditas cabai rawit di periode Natal, Tahun Baru dan mejelang puasa adalah hal yang wajar. Namun, kata dia, kenaikan harga saat ini juga disumbang dari kondisi cuaca yang kurang bagus yang berdampak pada hasil panen cabai. Sementara berdasarkan data Dinas Perdagangan Bandarlampung harga ayam potong per kilo di Pasar Pasirgintung Rp 43 ribu, telur Rp 26 ribu dan minyak goreng tawon Rp 18 ribu per liter. (*) Editor : Rie Saksi
Pedagang Ayam Geprek yang Merasa ’’Digeprek’’
Sabtu 08-01-2022,21:34 WIB
Reporter : redaksirltv
Editor : redaksirltv
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 04-08-2026,17:23 WIB
Sejarah Baru di EWC MLBB 2026, Team Spirit Sabet Gelar Juara Dunia
Selasa 04-08-2026,17:38 WIB
Senyum Guru Dan Harapan Sekolah Rusak Usai MK Coret Anggaran MBG dari Pos Pendidikan
Selasa 04-08-2026,21:28 WIB
Survei DAMRI Dimulai, Suara Masyarakat Jadi Kunci Pengembangan Rute Baru di Lampung Selatan
Selasa 04-08-2026,21:36 WIB
15 Mahasiswa KPI UIN RIL Resmi Diserahkan ke Radar Lampung TV dalam program PKL 2026
Selasa 04-08-2026,11:44 WIB
Pakar Komunikasi Politik Ingatkan Kabinet Bayangan, Kritik Harus Rasional dan Berbasis Data
Terkini
Rabu 05-08-2026,00:47 WIB
Luka Batin yang Dipendam Berpengaruh pada Kesehatan, Ini Penjelasan dr.Zaidul Akbar
Selasa 04-08-2026,21:36 WIB
15 Mahasiswa KPI UIN RIL Resmi Diserahkan ke Radar Lampung TV dalam program PKL 2026
Selasa 04-08-2026,21:28 WIB
Survei DAMRI Dimulai, Suara Masyarakat Jadi Kunci Pengembangan Rute Baru di Lampung Selatan
Selasa 04-08-2026,21:22 WIB
Maroon 5 Gelar Tur Asia 2027, Jakarta Kembali Masuk Daftar Kota Konser!
Selasa 04-08-2026,21:16 WIB