Kenapa Rahang Terasa Sakit Setelah Meniup Balon? Ini Penjelasannya
ilustrasi meniup balon--
RADARTVNEWS.COM – Saat menyiapkan pesta ulang tahun atau dekorasi acara, banyak orang mengalami hal yang sama: pipi dan rahang terasa pegal bahkan nyeri setelah meniup beberapa balon. Rasa sakit ini ternyata punya penjelasan, dan umumnya berkaitan dengan kerja otot serta sendi di sekitar rahang.
Otot Pipi dan Rahang Bekerja Keras
Meniup balon, terutama di awal saat karet masih kaku, membutuhkan dorongan udara yang kuat. Untuk itu, otot pipi dan bibir bekerja menahan tekanan, sementara otot rahang ikut menjaga posisi mulut tetap stabil. Otot masseter, otot besar yang berfungsi untuk mengunyah, dikenal sangat kuat. Namun menurut Halodoc, otot ini dapat menjadi tegang, kaku, bahkan membengkak bila dipakai berlebihan, misalnya karena menggertakkan gigi atau terlalu sering mengunyah permen karet. Prinsip yang sama berlaku ketika otot dipaksa bekerja berulang dan menahan posisi saat meniup balon dalam jumlah banyak.
Otot Lelah dan Terasa Nyeri
Ketegangan pada Otot masseter diketahui dapat membuat pipi terasa sakit ketika ditekan. Rasa nyeri juga bisa menjalar ke pelipis, leher, atau telinga. Karena itu, bagian pipi dan area dekat telinga sering terasa pegal setelah meniup balon dalam waktu lama. Nyeri semacam ini umumnya muncul karena otot lelah, bukan akibat cedera, dan biasanya membaik setelah beristirahat.
Sendi Rahang Ikut Menanggung Beban
Selain otot, sendi temporomandibular (TMJ), yaitu sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak, juga bisa terpengaruh. Menurut Alodokter, gangguan sendi rahang dapat dipicu kebiasaan menekan rahang, menguap terlalu lebar, peradangan, atau cedera pada sendi dan otot rahang. Orang yang sudah memiliki masalah TMJ atau kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism) cenderung lebih mudah merasakan nyeri saat rahang bekerja ekstra.
Cara Meredakan dan Mencegahnya
Beristirahatlah dan hindari meniup balon terlalu lama sekaligus. Bergantian dengan orang lain atau gunakan pompa balon agar otot wajah tidak terus-menerus bekerja. Kompres hangat dan pijatan lembut pada pipi serta rahang dapat membantu meredakan ketegangan, sebagaimana dianjurkan sumber kesehatan untuk Otot masseter yang tegang. Hindari membuka mulut terlalu lebar dan mengunyah makanan keras sementara rahang masih pegal.
Kapan Perlu ke Dokter
Nyeri akibat otot lelah biasanya mereda dalam beberapa hari. Periksakan diri ke dokter atau dokter gigi bila nyeri berlangsung lama, rahang berbunyi klik atau terasa kaku, sulit membuka mulut, rahang seperti terkunci, atau muncul pembengkakan disertai demam. Segera cari pertolongan medis bila nyeri rahang muncul bersamaan dengan nyeri dada, sesak napas, atau keringat dingin, karena kondisi tersebut tidak berkaitan dengan meniup balon.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: halodoc.com