Berharap Bantuan LPG, Jangan Sampai Menyerahkan Data ke Tautan Hoaks
Ilustrasi redaksi berdasarkan klarifikasi Tribratanews Polri, 21 Oktober 2026; bukan poster resmi Polri.-generated image -perplexity.ai
RADARTVNEWS.COM - Tawaran bantuan tabung gas LPG untuk keluarga kurang mampu beredar melalui video di Facebook. Namun, tautan yang menyertai unggahan itu mengarahkan pengguna ke laman tidak resmi yang meminta nama lengkap, alamat, dan nomor Telegram aktif.
Tribratanews Polri menyatakan klaim bantuan tersebut hoaks. Klarifikasi itu diterbitkan pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 09.30 WIB.
“Namun faktanya, klaim tersebut adalah tidak benar,” tulis Tribratanews Polri dalam publikasinya.
Bagi masyarakat yang sedang mencari informasi bantuan, temuan ini menjadi alasan untuk berhenti sejenak sebelum mengisi formulir. Dalam kasus tersebut, janji memperoleh bantuan justru diikuti permintaan data melalui laman yang tidak resmi.
Tautan Meminta Data Pribadi
Publikasi Tribratanews Polri merujuk pemeriksaan TurnBackHoax pada Senin, 19 Oktober 2026. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan informasi resmi mengenai bantuan sebagaimana ditawarkan dalam unggahan.
Tautan yang dicantumkan dalam video mengarah ke laman yang meminta sejumlah data pribadi, termasuk nomor Telegram aktif. Tribratanews Polri menyebut tautan itu terindikasi sebagai modus phishing atau pencurian data pribadi.
“Link tersebut terindikasi sebagai modus pencurian data pribadi atau phishing,” tulis Tribratanews Polri.
Keterangan itu perlu dipahami sesuai batasnya. Sumber menyebut adanya indikasi phishing, tetapi belum merinci identitas pembuat tautan, jumlah orang yang telah mengisi formulir, maupun kerugian yang terjadi. Karena itu, belum ada dasar dari publikasi tersebut untuk menyatakan bahwa data sejumlah warga sudah dicuri.
BACA JUGA:Tawaran SIM Gratis Bisa Menggoda, Polri Ingatkan Tautan Viral Oktober 2026 Hoaks
Bantahan Ditujukan pada Unggahan yang Diperiksa
Klarifikasi ini secara khusus membantah tawaran dan tautan bantuan dalam unggahan yang diperiksa. Informasi tersebut tidak dapat diperluas menjadi kesimpulan bahwa seluruh program bantuan terkait LPG adalah palsu.
Tribratanews Polri turut merujuk akun Facebook resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM dalam penjelasannya mengenai otoritas penyediaan LPG. Namun, publikasi itu tidak memuat rincian program bantuan pengganti ataupun mekanisme pendaftaran bantuan resmi.
Dengan demikian, artikel atau unggahan ulang mengenai kasus ini juga perlu berhati-hati. Jangan sampai klarifikasi hoaks justru berubah menjadi pengumuman bantuan baru yang tidak memiliki dasar.
Periksa Sumber Sebelum Mengisi Formulir
Tawaran bantuan dapat menarik perhatian karena berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga. Meski demikian, kebutuhan memperoleh bantuan tidak seharusnya membuat masyarakat terburu-buru menyerahkan data melalui tautan yang belum jelas asalnya.
Dalam kasus ini, hal yang perlu dicermati sudah disebutkan dalam klarifikasi, tidak ditemukan informasi resmi mengenai tawarannya, laman pendaftarannya tidak resmi, dan pengguna diminta memberikan data pribadi.
Sebelum mengikuti tawaran serupa, pastikan pengumuman dan kanal pendaftarannya benar-benar berasal dari lembaga penyelenggara. Apabila belum dapat dipastikan, tunda pengisian data dan jangan meneruskan tautan tersebut sebagai informasi bantuan yang sah.
Harapan mendapatkan bantuan bukan sesuatu yang patut disalahkan. Yang perlu dijaga adalah agar harapan itu tidak dimanfaatkan melalui informasi menyesatkan. Untuk tawaran bantuan LPG dalam unggahan ini, klarifikasi resmi telah menyatakan bahwa klaimnya tidak benar dan tautannya terindikasi sebagai phishing.
BACA JUGA:Polri Sebut Ada Keterlibatan Asing dalam Karhutla, Identitas dan Perannya Belum Dirinci
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: tribratanews polri