Dirancang Sejak 1936, Kota Metro Miliki Tata Kota Terapi di Lampung

 Dirancang Sejak 1936, Kota Metro Miliki Tata Kota Terapi di Lampung

Landmark Tugu Pena Kota Metro serta denah peta tata ruang berpola grid yang menjadi ciri khas keteraturan tata kota sejak tahun 1936.--Foto Unggahan Resmi Instagram ( @lampungfolk )

RADARTVNEWS.COM – Berbeda dengan kebanyakan kota di Indonesia yang tumbuh secara alami atau acak, Kota Metro di Provinsi Lampung hadir melalui perencanaan tata ruang yang terstruktur dan terkonsep sejak awal pembentukannya. Kota ini menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan perencanaan tata kota berbasis transmigrasi di Indonesia.

Sejarah penataan Kota Metro bermula pada tahun 1936 saat pemerintah kolonial Belanda menjalankan proyek Colonisatie, yang menjadi cikal bakal program transmigrasi nasional. Melalui program tersebut, kawasan ini sengaja dirancang dari nol untuk menampung pemindahan penduduk skala besar dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatra.

Dalam proses perancangannya, pemerintah kolonial menerapkan konsep Garden City dengan pola grid yang teratur. Perencanaan tersebut mencakup penyediaan cetak biru tata ruang yang matang, melingkupi pembangunan pusat alun-alun, pembagian zona pemukiman yang jelas, hingga penyediaan jalur tata ruang hijau.

BACA JUGA:Ada yang Dibayar untuk Pindah, Begini Cara Kota-Kota di Dunia Menarik Pendatang Baru

Dampak dari perencanaan fondasi tata kota yang matang tersebut masih terasa hingga saat ini. Tata letak jalan di Kota Metro dikenal lebih teratur, dipenuhi pepohonan rindang, serta menawarkan suasana lingkungan yang lebih tenang dan asri jika dibandingkan dengan daerah perkotaan lainnya di Lampung.

Kondisi tata ruang yang terorganisir juga menjadikan Kota Metro tumbuh sebagai kawasan yang nyaman, ramah bagi pejalan kaki, serta berkembang pesat sebagai pusat pendidikan dan kota taman. Keberadaan ruang terbuka hijau dan fasilitas publik yang terintegrasi memperkuat posisinya sebagai salah satu karya perencanaan tata kota unggulan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: