Mengenal BGSi, Program Nasional untuk Deteksi Penyakit dan Pengobatan Presisi
-Kemenkes RI -
RADARTVNEWS.COM – Biomedical Genome Science Initiative (BGSi) menjadi salah satu program nasional yang digagas Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk mendukung deteksi potensi penyakit sejak dini sekaligus menghadirkan pengobatan yang lebih presisi atau precision medicine bagi masyarakat Indonesia.
Program tersebut memanfaatkan teknologi untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi genetik atau genom manusia maupun patogen, seperti virus dan bakteri. Salah satu metode yang digunakan dalam program ini adalah whole genome sequencing (WGS), yakni proses pengurutan seluruh genom untuk memperoleh informasi genetik secara lebih menyeluruh.
BGSi bermarkas di Gedung Eijkman, Jakarta. Dalam pengembangannya, program ini melibatkan enam hubs pionir yang tersebar di tujuh rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan.
Ketujuh rumah sakit tersebut meliputi RS Kanker Dharmais, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, RSUP Persahabatan, RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, RSUP Dr. Sardjito, serta RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah.
Melalui jaringan tersebut, BGSi dikembangkan untuk mendukung penelitian terhadap sejumlah penyakit prioritas menggunakan metode whole genome sequencing. Data genom yang dikumpulkan diharapkan dapat membantu pemetaan variasi genetik pada populasi Indonesia, khususnya pada masyarakat yang memiliki penyakit prioritas.
Penyakit yang menjadi fokus penelitian mencakup kanker, seperti kanker payudara, paru-paru, kolorektal, dan serviks. Selain itu, penelitian juga mencakup penyakit infeksi tuberkulosis, penyakit otak dan neurodegeneratif seperti stroke, serta penyakit metabolik berupa diabetes.
BGSi juga mencakup penelitian terhadap Duchenne muscular dystrophy (DMD), pulmonary arterial hypertension (PAH), serta aspek yang berkaitan dengan penuaan, nutrisi, dan kesehatan, termasuk psoriasis.
Pengumpulan data genom tersebut ditujukan untuk memperkuat basis data genom populasi Indonesia. Hingga akhir 2024, program ini menargetkan sebanyak 10.000 sampel genome sequences manusia dapat terkumpul dan diteliti.
BACA JUGA:Operasi Kanker Tak Selalu Harus Ekstrem, Strategi De-escalation Jadi Sorotan di Lampung
Melalui pemetaan varian genom tersebut, BGSi diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih spesifik mengenai karakteristik genetik masyarakat Indonesia. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan kesehatan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam mendeteksi risiko penyakit dan menentukan pendekatan pengobatan yang sesuai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: kemenkes ri