Sering Terbangun untuk Kencing di Malam Hari? Kenali Nokturia dan Penyebabnya

Sering Terbangun untuk Kencing di Malam Hari? Kenali Nokturia dan Penyebabnya

Sering Terbangun untuk Kencing di Malam Hari? Kenali Nokturia dan Penyebabnya-Ilustrasi Dari Magnific-Magnific

RADARTVNEWS.COM –  Kebiasaan terbangun berulang kali pada malam hari untuk buang air kecil kerap dianggap sebagai akibat terlalu banyak minum sebelum tidur. Padahal, jika kondisi tersebut terjadi secara terus-menerus, hal itu dapat berkaitan dengan kondisi medis yang disebut nokturia atau nocturia.

Berdasarkan informasi medis dari National Center for Biotechnology Information (NCBI) dan Cleveland Clinic, nokturia merupakan kondisi ketika seseorang terbangun pada malam hari lebih dari satu kali untuk buang air kecil. Kondisi ini dapat disebabkan berbagai faktor dan tidak hanya berkaitan dengan jumlah cairan yang dikonsumsi sebelum tidur.

Salah satu penyebabnya adalah poliuria nokturnal, yaitu kondisi ketika tubuh memproduksi urine dalam jumlah berlebihan pada malam hari. Pada kondisi normal, hormon antidiuretik (ADH) atau vasopresin meningkat saat seseorang tidur sehingga produksi urine berkurang. Namun, pada kondisi tertentu, peningkatan hormon tersebut dapat terganggu sehingga produksi urine tetap tinggi.

Penyebab lainnya adalah berkurangnya kapasitas kandung kemih. Kondisi ini membuat kandung kemih tidak mampu menampung urine dalam jumlah normal selama seseorang tidur sehingga keinginan buang air kecil muncul lebih sering.

Selain faktor medis, asupan dan gaya hidup juga dapat memicu nokturia. Mengonsumsi banyak cairan menjelang tidur, termasuk minuman yang bersifat diuretik seperti kopi, teh, dan alkohol, dapat meningkatkan produksi urine pada malam hari.

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian apabila seseorang sudah mengurangi konsumsi cairan sebelum tidur tetapi masih sering terbangun untuk buang air kecil. Beberapa kondisi medis yang dapat berkaitan dengan nokturia antara lain diabetes mellitus, diabetes insipidus, pembesaran prostat atau benign prostatic hyperplasia (BPH), sleep apnea obstruktif (OSA), infeksi saluran kemih (ISK), serta kandung kemih hiperaktif (OAB)

Pada diabetes, kadar gula darah yang tinggi dapat membuat ginjal menghasilkan lebih banyak urine. Sementara pada pria, pembesaran prostat dapat menekan saluran kemih dan mengganggu proses pengeluaran urine.

Gangguan tidur seperti OSA juga dapat berhubungan dengan peningkatan produksi urine pada malam hari. Gangguan pernapasan ketika tidur dapat memengaruhi pelepasan hormon tertentu, termasuk atrial natriuretic peptide (ANP), yang berperan dalam meningkatkan pengeluaran urine.

Untuk mengurangi keluhan, seseorang dapat mengatur jadwal konsumsi cairan dengan memenuhi kebutuhan minum sejak pagi hingga sore dan membatasi asupan cairan sekitar dua hingga tiga jam sebelum tidur. Minuman yang bersifat diuretik juga sebaiknya dihindari menjelang waktu tidur.

Selain itu, buang air kecil sebelum berbaring dapat membantu mengosongkan kandung kemih sebelum tidur. Namun, apabila seseorang secara konsisten terbangun dua kali atau lebih setiap malam hingga mengganggu kualitas tidur dan aktivitas pada siang hari, pemeriksaan ke dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Dengan demikian, nokturia bukan sekadar persoalan terlalu banyak minum sebelum tidur. Frekuensi buang air kecil pada malam hari yang berlangsung terus-menerus dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu sehingga perlu diperhatikan.(*) 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: @jakarta.terkini