Marak Self-Diagnose lewat AI, Dokter Ingatkan Risikonya

Marak Self-Diagnose lewat AI, Dokter Ingatkan Risikonya

Deskripsi: Dokter ingatkan bahaya self-diagnose lewat AI yang bisa memicu kepanikan dan salah memahami gejala.--

RADARTVNEWS.COM - Penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mencari informasi kesehatan semakin marak. 

Namun, dokter mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan AI sebagai dasar untuk melakukan diagnosis sendiri, terlebih jika muncul sikap menyangkal terhadap kondisi kesehatan yang dialami.

Dokter umum Prodia Children Jakarta, dr. Kristin Tjandra, mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan kondisi kesehatan berdasarkan informasi yang ditemukan di internet maupun kecerdasan buatan (AI).

Menurut Kristin, kebiasaan melakukan diagnosis sendiri atau self-diagnose tanpa pemeriksaan medis dapat menimbulkan kekhawatiran berlebihan. 

Hal serupa juga terjadi ketika masyarakat menyangkal kondisi kesehatan yang sebenarnya dialami.

"Sekarang banyak sekali informasi di media sosial, bahkan pasien bertanya dulu ke ChatGPT. Baru batuk sedikit, yang keluar pertama kali adalah kematian. Akhirnya datang ke dokter dalam kondisi sangat takut dan parno," ujar Kristin.

Ia menilai informasi kesehatan yang diperoleh secara sembarangan dapat membuat masyarakat salah memahami gejala yang dialami. 

BACA JUGA:Sering Terbangun untuk Kencing di Malam Hari? Kenali Nokturia dan Penyebabnya

Padahal, keluhan tertentu belum tentu menunjukkan kondisi serius seperti yang dibayangkan setelah mencari informasi sendiri.

Kristin juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatan. 

Menurutnya, kebiasaan tersebut masih banyak dilakukan, sementara pemeriksaan kesehatan secara rutin ketika tubuh dalam kondisi bugar belum menjadi perhatian utama.

Ia mengatakan, seseorang dapat terlihat sehat secara fisik meski memiliki masalah kesehatan yang belum menimbulkan gejala. 

Kondisi tersebut, lanjutnya, baru dapat diketahui setelah dilakukan pemeriksaan dan melihat hasil laboratorium.

"Banyak orang merasa dirinya sangat sehat, tapi ketika hasil laboratorium keluar, ternyata indikatornya sudah banyak tanda bintang (tidak normal). Mereka sudah masuk kategori penderita diabetes atau hipertensi tanpa keluhan," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: antaranews.com