Bukan Sekadar Penambah Darah, Bayam Punya Peran untuk Mata hingga Jantung
Bayam, sayuran rumahan-tya septi-Pinterest
BANDAR LAMPUNG, RADARTVNEWS.COM — Bayam selama ini lekat dengan anggapan sebagai sayuran yang dapat membantu “menambah darah”. Padahal, manfaat Bayam tidak hanya berkaitan dengan zat besi. Sayuran berdaun hijau ini juga mengandung folat, vitamin A, vitamin C, vitamin K, magnesium, serat, serta senyawa karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin.
Kandungan tersebut membuat bayam menjadi salah satu pilihan sayuran yang dapat melengkapi pola makan sehari-hari. Namun, ada satu hal yang perlu diluruskan: kandungan zat besi dalam bayam memang ada, tetapi tidak berarti makan bayam otomatis mencegah atau mengatasi anemia.
Lantas, apa saja yang sebenarnya bisa didapat tubuh dari seporsi bayam?
Bukan Hanya Soal Zat Besi
Bayam merupakan salah satu sayuran yang menyediakan berbagai zat gizi sekaligus. Selain zat besi, sayuran ini mengandung folat, vitamin C, vitamin K, provitamin A dalam bentuk karotenoid, serta mineral seperti magnesium.
Kombinasi tersebut membuat bayam lebih tepat dipandang sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang, bukan hanya sebagai “sayur penambah darah”.
Dokter spesialis gizi klinik dr. Diana F. Suganda, M.Kes., Sp.GK, dalam penjelasannya mengenai gizi seimbang juga memasukkan bayam sebagai salah satu contoh sayuran yang dapat dikombinasikan dengan sumber protein seperti tempe dalam menu harian.
Artinya, manfaat bayam sebaiknya dilihat dari keseluruhan kandungan gizinya dan bagaimana sayuran tersebut dikonsumsi bersama makanan lain.
BACA JUGA:Cegah Stunting Sejak Remaja, Anemia Jadi Perhatian Penting
Bayam Memang Mengandung Zat Besi, tetapi Ada Catatannya
Anggapan bayam sebagai makanan “penambah darah” tidak sepenuhnya muncul tanpa alasan. Bayam memang mengandung zat besi.
Namun, zat besi dari tumbuhan termasuk non-heme iron, yang secara umum lebih sulit diserap tubuh dibandingkan zat besi heme yang terdapat pada pangan hewani.
National Institutes of Health (NIH) mencatat bayam sebagai salah satu sumber zat besi dari pangan nabati. Namun, ketersediaan hayati zat besinya relatif rendah karena bayam juga mengandung senyawa yang dapat menghambat penyerapan zat besi. (ODS)
Karena itu, makan bayam saja tidak cukup untuk menyimpulkan seseorang terbebas dari anemia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: national institutes of health (nih)