Bukan Fobia Talas, Thalassophobia Ternyata Ketakutan terhadap Laut
Ilustrasi Thalassophobia --Pinterest
RADARTVNEWS.COM — Mendengar istilah thalassophobia, sebagian orang mungkin langsung mengira kondisi tersebut berkaitan dengan talas. Padahal, istilah ini sama sekali tidak berhubungan dengan jenis tanaman tersebut.
thalassophobia merupakan istilah untuk menggambarkan ketakutan berlebihan terhadap laut atau perairan yang luas dan dalam. Kondisi ini termasuk dalam fobia spesifik dan dapat membuat seseorang merasa cemas, takut hingga panik ketika berhadapan dengan laut.
Istilah thalassophobia berasal dari bahasa Yunani, yakni thalassa yang berarti laut dan phobos yang berarti ketakutan. Berbeda dengan rasa takut terhadap air secara umum, ketakutan pada thalassophobia lebih berkaitan dengan perairan yang luas, dalam, gelap, atau sesuatu yang dianggap mungkin berada di bawah permukaan air.
Bagi orang yang mengalami kondisi ini, berada di pantai, menaiki kapal, berenang di laut, atau melihat hamparan laut yang luas dapat menjadi pemicu munculnya rasa takut. Pada kondisi tertentu, respons tersebut bahkan dapat muncul hanya karena melihat foto atau video yang memperlihatkan laut dalam.
Gejala Tidak Hanya Rasa Takut
thalassophobia tidak sekadar membuat seseorang merasa tidak nyaman ketika melihat laut. Reaksi yang muncul dapat berupa kecemasan, panik, jantung berdebar, berkeringat, mual, pusing hingga sesak napas.
Sebagian orang juga dapat mengalami keinginan kuat untuk segera menjauh dari sumber ketakutan. Bahkan, pada kondisi yang lebih berat, seseorang bisa menghindari aktivitas yang berkaitan dengan laut, seperti berenang, naik kapal, atau berlibur ke pantai.
Ketakutan tersebut juga dapat muncul ketika seseorang hanya membayangkan berada di perairan luas dan dalam. Hal ini menunjukkan bahwa pemicu fobia tidak selalu harus berupa kontak langsung dengan laut.
Apa yang Menyebabkan thalassophobia?
Penyebab thalassophobia belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami fobia tersebut.
Salah satunya adalah pengalaman buruk yang berkaitan dengan laut, seperti hampir tenggelam atau mengalami kejadian traumatis di perairan. Cerita mengenai kecelakaan atau bahaya di laut, film yang menampilkan suasana laut yang menakutkan, hingga gambar perairan dalam juga dapat menjadi pemicu pada sebagian orang. Faktor keluarga dan riwayat gangguan kecemasan turut disebut sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko.
Meski rasa takut terhadap laut dapat muncul pada siapa saja, tidak semua orang yang merasa takut ketika melihat laut dapat langsung disebut mengalami thalassophobia. Fobia ditandai oleh rasa takut atau cemas yang berlebihan hingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Bisa Ditangani
thalassophobia dapat ditangani melalui bantuan profesional. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT), yang membantu seseorang mengenali dan mengubah pola pikir serta respons terhadap sumber ketakutannya.
Selain itu, terapi paparan dapat dilakukan secara bertahap dengan menghadapkan seseorang pada objek atau situasi yang ditakutinya dalam kondisi yang terkontrol. Penanganan sebaiknya dilakukan bersama psikolog atau psikiater, terutama apabila ketakutan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jadi, meski namanya terdengar seperti “fobia talas”, thalassophobia ternyata memiliki arti yang jauh berbeda. Istilah tersebut justru berkaitan dengan ketakutan berlebihan terhadap laut dan perairan luas serta dalam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: alodokter