Sturgeon Moon Muncul Malam Ini, Fenomena Bulan Purnama yang Sayang Dilewatkan
Sturgeon Moon --Pinterest
RADARTVNEWS.COM – Langit malam 28 Agustus 2026 akan dihiasi fenomena Bulan Purnama yang dikenal dengan nama Sturgeon Moon. fenomena astronomi ini menjadi salah satu peristiwa langit yang menarik untuk diamati karena bertepatan dengan terjadinya gerhana Bulan sebagian di sejumlah wilayah dunia.
Bulan mencapai fase purnama pada Jumat, 28 Agustus 2026. Di sejumlah wilayah Indonesia, puncak purnama berlangsung sekitar tengah hari waktu setempat sehingga Bulan belum dapat diamati dalam kondisi purnama sempurna pada saat tersebut. Meski begitu, Bulan tetap tampak hampir bulat penuh sejak malam sebelumnya dan dapat diamati kembali setelah terbit pada malam hari.
Nama Sturgeon Moon berasal dari tradisi masyarakat adat di Amerika Utara yang menggunakan nama-nama tertentu untuk menandai perubahan musim dan kondisi alam. Sebutan tersebut merujuk pada ikan sturgeon yang secara historis lebih mudah ditemukan di sejumlah perairan Amerika Utara pada periode ini.
Karena itu, Sturgeon Moon bukanlah jenis Bulan purnama yang berbeda secara astronomis. Nama tersebut merupakan sebutan tradisional untuk Bulan Purnama yang terjadi pada Agustus.
fenomena kali ini menjadi semakin menarik karena bertepatan dengan gerhana Bulan sebagian. Saat gerhana berlangsung, sebagian permukaan Bulan akan masuk ke dalam bayangan inti Bumi sehingga Bulan dapat terlihat mengalami perubahan warna dan tampak kemerahan. Gerhana sebagian 28 Agustus 2026 diperkirakan mencapai fase maksimum pada sekitar pukul 04.12 UTC atau 11.12 WIB.
Namun, fenomena gerhana tersebut tidak dapat diamati dari Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gerhana Bulan sebagian pada 28 Agustus 2026 berlangsung ketika wilayah Indonesia tidak berada pada posisi yang memungkinkan masyarakat menyaksikannya secara langsung.
Gerhana justru dapat diamati dari sejumlah wilayah di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Afrika. Di kawasan yang berada pada jalur pengamatan, sebagian besar permukaan Bulan akan masuk ke dalam bayangan Bumi sehingga penampakannya dapat menyerupai fenomena Blood Moon, meski secara teknis gerhana yang terjadi merupakan gerhana Bulan sebagian.
Sementara bagi masyarakat Indonesia, Sturgeon Moon tetap menjadi fenomena langit yang menarik untuk diamati. Bulan yang tampak hampir penuh dapat dilihat dengan mata telanjang selama kondisi cuaca mendukung dan langit tidak tertutup awan.
Pengamatan dapat dilakukan dari tempat dengan pandangan terbuka ke arah langit dan minim polusi cahaya. Tidak diperlukan peralatan khusus untuk melihat Bulan purnama, meski penggunaan kamera atau teropong dapat membantu mendapatkan tampilan yang lebih detail.
fenomena Sturgeon Moon menjadi salah satu momen astronomi yang menghiasi langit pada akhir Agustus 2026. Meski gerhana Bulan sebagian yang menyertainya tidak dapat disaksikan dari Indonesia, kemunculan Bulan purnama tetap dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: radar jogja