Lima Cara Sederhana Mulai Menjaga Alam, Bisa Dilakukan dari Rumah
--
RADARTVNEWS.COM – Menjaga alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun organisasi lingkungan. Setiap orang dapat mengambil bagian melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Persoalan lingkungan semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan manusia. Data dalam laporan World Bank What a Waste 3.0 mencatat dunia menghasilkan sekitar 2,56 miliar ton sampah perkotaan pada 2022. Jika pola konsumsi dan pengelolaan sampah tidak mengalami perubahan besar, jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 3,86 miliar ton per tahun pada 2050.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak dapat hanya diselesaikan dengan membangun tempat pembuangan akhir. Pengurangan sampah dari sumbernya juga menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan.
Lantas, bagaimana cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mulai menjaga alam?
1. Kurangi Penggunaan Barang Sekali Pakai
Langkah pertama dapat dimulai dengan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, terutama plastik.
Membawa tumbler, tas belanja, tempat makan dan peralatan makan sendiri dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari.
Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), dunia menghasilkan sekitar 400 juta ton sampah plastik per tahun. Banyak produk plastik memiliki masa penggunaan yang relatif singkat sebelum berubah menjadi limbah.
Karena itu, mengurangi penggunaan plastik sejak awal menjadi salah satu cara paling sederhana untuk mencegah sampah masuk ke lingkungan.
2. Biasakan Memilah Sampah dari Rumah
Sampah sebaiknya tidak langsung dicampur begitu saja. Pemilahan dapat dilakukan berdasarkan jenisnya, seperti sampah organik dan anorganik.
Sampah organik, misalnya sisa makanan dan daun, dapat diolah menjadi kompos. Sementara itu, beberapa jenis sampah anorganik seperti botol plastik, kardus dan kertas dapat digunakan kembali atau disalurkan ke bank sampah.
Penelitian mengenai pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Sukaraja, Bandar Lampung, menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masih menghadapi berbagai persoalan, termasuk rendahnya partisipasi masyarakat. Penelitian tersebut merekomendasikan peningkatan sosialisasi dan pemanfaatan sampah agar memiliki nilai ekonomi.
BACA JUGA:Karhutla Kembali Jadi Sorotan, Ghost in the Cell Joko Anwar Seolah Menemukan Relevansinya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48334